Senin, 08 Agustus 2016

7 Hari Selamanya "Senja" (hari pertama)

Hari ini, tepat tujuh hari aku memulai melanjutkan bisnis keluargaku. Sebagai anak semata wayang yang telah di tinggal kedua orang tua, aku harus tetap menjalani hidup. Cukup lelah untuk hari ini, dan terbayar lah atas rasa penat, karena senja cukup indah hari ini, tapi terasa sesak karna banyaknya kerumunan orang-orang yang pulang bekerja. Ya aku serasa bodoh dengan itu semua, di sini tempat umum dan wajar saja di jam pulang bekerja seperti ini akan ada banyak orang. Seketika, aku tertawa dalam pikiran. "Bodoh!" ucapku dalam hati.

Aku bergerak ke arah ujung stasiun, di sana ada bangku kosong yang terhalang tembok besar, bangku itupun cukup terlihat kusang. Yah, karna menurut ku di sana cukup sepi walaupun dengan tempat yang duduk yang kurang nyaman, tapi setidaknya cukup membuat tenang, dan tidak seriuh berada di tengah.

Cukup kaget karena ku pikir tidak ada orang di sana. Ternyata ada seorang wanita muda, dengan penampilan Arty, dengan rambut yang di kuncir buntut kuda. Ya ku  perkirakan seumuran dengan ku. Tanpa permisi, aku pun duduk di ujung bangku sebelahnya, dan kita menyisakan ruang besar di tengah bangku tersebut. Sempat sedikit mencuri-curi pandangan terhadapnya, dia pun terlalu asik dengan smartphone yang ia genggam, mungkin kehadiran ku tidak di perdulikan olehnya. Tak apa, karena aku pun juga tidak begitu peduli.

Hari ini begitu lelah dengan aku yang baru belajar merintis usaha cafe keluarga. Banyak kekurangan yang aku rasa dalam kerja ku beberapa hari ini, dan semoga akan membaik untuk kedepannya. Aku merogoh tas ku, dan mengeluarkan smartphone milik ku. Membuka sosmed untuk sekedar mencari info atau berkicau semau ku. Dan beberapa kali membalas email dari teman dan rekan bisnis.

Setelah mulai bosan, aku memasukan kembali smartphone dan mengambil notebook dan pulpen, memang kebiasaan ku menulis curhatan, puisi, menggambar atau apapun itu di sana, dengan cover bertuliskan "senja". Sesaat aku bingung ingin menuliskan sesuatu tentang apa, tidak ada yang terlintas di kepala tentang suatu hal yang ingin ku tuliskan. Pandangan ku tiba-tiba mengarah ke wanita yang masih sibuk berkutat pada smartphone yang ia genggam. Goresan demi goresan tinta mengotori lembaran putih itu, seketika gambaran wajahnya pun nampak muncul di lembaran itu. "Kau indah, terasa beda dengan warna jingga pada senja. Memancarkan...." Tidak sempat melanjutkan caption yang ingin ku tulis, aku pun berlari.

Aku pun mempercepat langkah kaki ku, apa lagi yang ku kejar? Ya tentu saja kereta yang hampir berangkat, sambil tertawa pada diri sendiri, karena terlalu terbawa suasana menggambar tadi, hingga tidak mendengar pemberitahuan kereta tiba. Ya akhirnya aku berhasil naik sebelum pintu kereta itu menutup. "Hey!!", tiba-tiba seorang wanita lari dan melompat masuk beberapa detik sebelum pintu kereta itu tertutup. "Bruukkk", kami berdua terjatuh, aku yang notabennya tanpa persiapan menangkap seorang wanita yang tiba-tiba melompat ke arah ku.
"Maaf, kau tak apa-apa kan?" Dengan wajah memerahnya yang masih tepat di depan muka ku.
"Ya, tapi bisakah kau berhenti menindihku? Kita jadi tontonan kerumunan orang, dan kau cukup berat." Erangku dengan sedikit mendorong tubuhnya agar berdiri.
"Heyy!! Jaga mulut mu!!"

Kita pun berdiri dan menyapu debu yang menempel pada pakaian masing-masing. "Kenapa kau tiba-tiba melompat?" Tanyaku
"Ini milikmu, tertinggal di bangku tadi." Ia memberikan notebook milik ku yang tertinggal. Entah apa yang terpikir olehnya, mengembalikan barang seseorang yang belum dia kenal dan baru pertama kali bertemu, ya ku pikir jarang orang seperti dia.
"Terima kasih, maaf sudah memanggilmu berat." Ucapku dengan menahan tawa yang hampir meledak. Tapi di pikir-pikir lagi, ia cukup manis dengan penampilannya itu.
"Dan seharusnya kau harus belajar menjaga mulut mu itu!!!" Dengan nada kesal dan pukulan kecil di bahuku.

Aku pun tertawa lepas, menurut ku ini hal lucu yang ku rasakan kepada orang yang bahkan tidak ku kenali sama sekali. Pikir ku apa yang terjadi dengan cerita takdir? Membuat hal lucu seperti ini agar di kenang, ya walaupun ku pikir akan menjadi cerita singkat.

Terlepas dari tawaku, aku pun memberanikan diri untuk berkenalan. "Well, nama ku Lawlie, siapa nama mu?" Sambil menyodorkan tangan.
"Senja."

Dahi ku mengerut, "Senja" seperti judul di buku cover ku. Lagi-lagi aku menyambungkannya dengan takdir, karena tidak ada yang begitu kebetulan untuk hal ini, atau mungkin ia sekedar menyamakan namanya dengan cover buku milikku.
"Kau tau? Aku hampir berfikir kalo ini hanya kebetulan." Kata ku dengan pandangan mencurigai.
"Yah aku pun berfikir begitu, tapi kau tau? Aku benci penguntit, dan jangan sembarangan menulis nama seseorang yang tidak kau kenal dan menggambar wajahnya di buku milikmu. Kau bisa berurusan dengan hukum kau tau itu." Nada bicaranya semakin membuat kesal.
Dengan tersenyum aku pun membalas "Dan kau tau kan? Melihat hal pribadi milik seseorang tanpa seijin orang tersebut merupakan pelanggaran juga kan? Lihat lah tulisan pertama ku di buku ini, bertuliskan tanggal 18-03-2005, dan itu terjadi 10 tahun yang lalu, untuk sahabat ku yang bernama senja."

Dia pun terdiam, aku menatapnya dengan tenang namun tajam. Ia kembali menatap ku dengan perlahan. Pikirku nada bicara yang ku keluarkan terhadap seseorang yang telah mengembalikan barang ku yang tertinggal salah. Dan lagi di depan umum seperti ini, kita memulai kericuhan, di lihat oleh orang banyak yang hanya mencibir dan melihat sinis ke arah kami. Aku yakin karena dia sudah terlanjur malu dengan siatusi ini, ia tidak berani menatap kesekitar, arah matanya hanya tertuju pada kaki dan sesekali mengarah ke mata ku. Ya walaupun aku mempunyai rasa yang sama seperti ia rasakan. "Menahan malu."

"Zleeekk" suara pintu kereta pun terbuka, suara itu terasa samar dengan bunyi "Plaaakk" yang cukup kencang. Dia menamparku, entah apa maksudnya. Dan kemudian berlari keluar dari kereta besi ini. Aku hanya diam dan tersenyum, melihat sekeliling ku yang masih mencibir tentang kejadian tadi.

Bergegas ku keluarkan smartphone ku dari dalam tas, dan kembali membuka sosmed untuk berkicau.
"Senja yang indah, kau datang bersama dengan tawa yang akan menjadi rindu. Pukulanmu tepat, semoga menjadi hal terikat." Tertera username ku "Law", tak lama kemudian ada postingan baru di time line ku.
"Kau tahu? Pembohong ulung sepertimu yang ku benci. Membuat cerita yang membekas dan melekat pada kepala. Semoga pukulan itu membuat kita bertemu. Lagi." Dengan username "Senja".

Aku kembali tersenyum, lagi-lagi takdir seolah sedang bermain. Semoga ia tidak lupa sedang mempermainkan siapa.

Sabtu, 09 April 2016

Diskriminasi Gender (Ngawur Tengab)

Holaaaa, balik lagi dengan kakek ganteng yang masih jomblo. Walaupun gantengnya gak keliatan, apa lagi jomblonya masih banyak gebetan. Yang penting sayang eug cuma buat kamu kok, kali ini sayangnya bukan buat monitor, cpu, mouse, ataupun keyboard. Karena sudah terlalu mainstream, sayang gue kali ini buat dada ayam ukuran 34C, ehehehe ukuran gue banget :"<

Ngomongin "Diskriminasi Gender", di Indonesia maupun di luar negeri (gak tau dah tuh dimananya, lupa nama gang sama belokannye) tuh masih banyak yang beginian, sering banget terjadi, apa lagi buat pengalaman gue yang sering di tindas oleh lawan jenis, di bully, di hakimi, di katain, di acuh kan perasaan gue, di wkwkwkwkin, di kacangin bagaikan nun mati yang ketemu mim :"<

Salah satu contoh diskriminasi yang sering terjadi, ngomongin tentang hal-hal intim, bokep, ataupun hal-hal yang berbau sex. Kenapa saat pembahasan seperti ini, cowo-cowo di cap sebagai "MESUM", dan para cewe-cewe yang ngebahas beginian di kata "WAJAR", aneh kan? Kenapa hanya kaum Adam yang di cap mesum ketika ngomongin hal beginian? Padahal saat dewasa nanti kita sama-sama membutuhkan, aku butuh kamu, kamu butuh dia, dia butuh aku, lah homo dong dia :"< cinta segitiga yang gak pernah punya cita-citata ini mah namanya.

Ada lagi nih contohnya, seperti halnya kita sebagai kaum Adam selalu di anggap salah, mungkin bernafas aja masih di salahin, abisnya bernafas kekencengan, sampe nyedot kepala orang. Kita sebagai kaum Adam juga gak boleh cuek, nanti di salahin, tapi pas perhatian di halah-halahin, di bilang modus, di bangsat-bangsatin, di sangka PHP, padahal cuma ngasih perhatian nyuruh minum abis makan, eh kaum Hawa pada baper. Emang kaum Adam salah udah, dari lahir cuma di anggep tulang punggung, untung aja cuma tulang bukan daging, apa lagi jadi darah suci, padahal kan yang punya darah suci nayla GGS (Gak Ganteng Songong) doang, pokoknya kita mah dikit-dikit salah, salahnya dikit, kalo salah banyak mah keluar di dalem.

Ada juga nih pas lagi PDKT, kaum Adam bagaikan anjing yang ngejar layangan telap. Kita di suruh ngejar-ngejar si cewe, harus jadi wartawan dadakan, harus bikin suasana nyaman, kalo gak gitu si cewe kabur ngilang kek kagebhunsin-nya pak Narto. Setelah PDKT dan perasaan kaum Adam sama kaum Hawa, kita harus nembak duluan, harus nyatain perasaan duluan, dikit-dikit selalu kaum Adam yang duluan, buat cuma dapet gelar gantleman. Si cewe nungguin doang, kalo kaum Adam juga ikut diem, alhasil kacang-kacangan, kacangnya mending di makan, ini malah di diemin, kan si kacang kasian. Pertanyaannya kenapa kaum Hawa gak mau nyatain duluan? Karena gengsi? Lah kalo sama-sama gak ada yang mau mulai gimana? dan egoisnya si cewe yang gak mau berusaha juga. Kaum Adam pun bingung, kalo nembak dia gak punya perasaan ke kita gimana? Tengsin njirr kalo di tolak. Alhasil kaum Adam cuek, nyari gebetan lain. Si kaum Hawa marah-marah, ngatain ini itu, di bilang PHP, bilang semua cowo tuh sama aja, giliran gue bilang kalo gue mirip sama Kim Jong Un pada kaga percaya. Kalo para kaum Adam bilang semua cewe itu sama aja, pasti cuma ngasih jawaban "Ngapain nyama-nyamain orang? Gak semua cewe gitu kali", bangsat kan? Gitu aja terus sampe berotasi bareng matahari, kitanya di pluto.

Dan jadi kaum Adam gak enak banget, kita udah cape, lemes, tapi masih di suruh goyang, kan paha kita keram. Di semutin, walaupun gak sampe di lalerin. Satu hal para kaum Hawa harus tau tentang kita, semua cowo tuh "MESUM", munafik banget ke kamar mandi lama, bilangnya cuma sampoan, padahal kita olahraga. Dan gue pernah menguji riset tentang ini, dari 10 cewe, 7 setuju, sisanya bukan cewe. Saat gue nanya "Kalo cowo lo lagi olahraga di kamar mandi, lebih baik dia mikirin cewe lain atau si cewe itu sendiri?" Jawabannya masih sama "Gue gak mau jadi bahan bacol, tapi gue gak rela dia bacol mikirin orang lain?" Lah kan kasian para kaum Adam, harus nahan terus kek puyol, apa lagi nahannya pas di tempat umum, sakit memang ke jepit sempak. Nahannya sampe umur 30 tahun, terus nikah baru deh  di ijinin, gimana gak sakit? Bisa-bisa turun bero.
 
Ada lagi pas kita ribut sama kaum Hawa, kita gak boleh maen tangan. mukul kita salah, giliran cewe mukul kita gapapa, apa lagi di pukulnya pake golok malah gapapa banget. Kita di samain sama para cowo brengsek, dan gue sebagai cowo baik-baik di ikut-ikutin, pas nanya kenapa? Jawabnya itu-itu lagi, "Semua cowo tuh sama aja". Saat pacaran kita juga harus ngeluarin semuanya, pas udah di keluarin si cewe diem doang, terus nyeletuk "Bangsat ya punya kamu gak kek biasanya, kecilan", sakit gilss di gituin. Kalo kejadian bilangnya kamu harus tanggung jawab, sumpah mereka gak mandiri banget, mau jawab aja mesti ngejokiin kaum Adam, tapi tetep aja udah tanggung jawab di salah-salahin.

Anehnya lagi, kenapa cewe gandengan sama cewe di bilang wajar? Kalo cowo gandengan di bilang homo. Kenapa sih? Kenapa cuma kita yang di salah-salahin, kenapa cuma kita yang di cap najis saat bareng sohib cowo kita? Sakit sob di gituin, tapi gapapa sih gue juga gak pengen banget di pegang-pegang sama cowo, mending megangin kamu ehehe. Yang lebih aneh gini, cewe kalo curhat sama cowo dikit-dikit nyender, padahal gak punya hubungan, tapi kalo kita kesel karena cemburu, mereka cuma sekedar bilang "Kamu cemburu sama sahabat aku?" atau gak gini "Dia kan cuma kaka-kakaan aku", tapi mereka pelukan, cipa cipiki, bahkan sampe ciuman, mereka bilang "yaelah itu cuma temen doang kali, lagian juga aku gak ngapa-ngapain", nah giliran cowo curhat sama cewe lain, kadang boleh nyender, kalo nyender langsung di gampar, berarti lo salah tempat. Kita sebagai kaum Adam kalo pergi sama sahabat yang cewe, terus pegangan tangan doang, udah di cap selingkuh. Udah ngejelasin panjang lebar, kaum hawa bilangnya "Sahabatan gak perlu sampe segitunya kali". Watdafak, terus para kaum Hawa gimana? Mereka diem, ngambek, intinya kalo kita udah di cap salah, yaudah salah aja terus emang. Dan kita di minta untuk jadi milik kaum Hawa seorang, gak boleh pergi sama yang lain, kecuali sama doi, kalo kaum Hawa, kemana aja bebas, cukup bilang "Jangan cemburu". Kalo kita cemburu dia bilang "Gak usah lebay deh", kalo kita gak cemburu malah makin jadi sama yang lain.

Lebih anehnya lagi, percaya kan kalo cewe yang abis kita tinggalin itu tambah cantik kedepannya, lah coba itu kalo cowo, sama aja, tambah buluk malah. Diskriminasi tampang nih, gak ada yang spesial di diri cowo, yang spesial cuma sarimi isi 2. Dan cewe pun punya magis tersendiri, bilang lucu ke suatu barang ke mall, kita harus di harapkan peka buat ngebeliin yang lucu-lucu itu yang di sebut sama dia tadi, padahal apanya yang lucu? Di situ gak pelawak. Kalo cewe lagi marah sama orang lain, kita di bawa-bawa, keselnya sama siapa yang di salahin kita, pas ngambek kita juga yang di suruh diemin, padahal kan gak tau salah kita di mana, di kacangin malah ngomong "Kamu berubah ya sekarang", terus kita chat salah apa? Di read doang, kalo kita lagi kesel sama orang, kita ngomong sama doi, terus di kasih semangat, kita terima. Kadang kalo kaum Hawa di nasehatin malah dia yang nyolot, bilangnya "Gue gak butuh nasehat, gue cuma mau lu peduli doang sama gue". Lah anjing emang :"<

Dan masih banyak diskriminasi buat para kaum Adam, kalo gue sebutin semuanya takut gak muat. Seperti nyamperin harus selalu kita, jadi tukang ojek dadakan, harus inget setiap hal-hal tentang doi, harus jadi, kudu, wajib menjadi SPY, gak boleh ngaret kalo pas ketemuan, dan saat kita putus selalu di anggap bangsat, tukang maenin perasaan cewe. Dan para kaum Hawa kebanyakan otaknya cuma itu doang, bilang bangsat ke kaum Adam karena sering nyakitin perasaannya, padahal dia lupa dulu pernah ngejahatin para cowo juga, ingetnya cuma bangsatnya kaum Adam doang, sambil nyeletuk quoetes "Laki-laki tuh sama aja, bangsat semua"

Itu semua riset yang gue ambil untuk beberapa bulan ini, saat bertapa di bawah air terjun, itu loh jakarta selatan belok kiri tempatnya. Masih dengan 10 orang 7 wanita sisanya makhluk astral. Makanya itu 3 orang gak mau ngasih suara, kalo di kasih suaranya kan kasian, ntar gak bisa ngomong.

Selasa, 05 April 2016

Ramalan Zodiak

Gue mau ngebahas tentang Zodiak, selain gue punya jurus bersih-bersih sambil ngilang, gue juga bisa jadi peramal ganteng, walaupun cuma bisa di liat kegantengannya pake mata batin. Nah dari pada ngomongin ke gantengan gue yang gak bakal bisa di liat orang biasa, dan gue juga gak mau sombong (Apa mau di sombongain yawlah :"<). Oke kita lanjut ke lamaran, oh iya ralat maksud gue ramalan, aku typo mulu kalo di liatin kamu ehehe.

1. Capricorn
Hidup bukan cuma soal cinta dan pekerjaan aja, ya kamu tau kan hidup itu perlu bernafas, jadi kurang-kurangin cinta-cintaannya, mulai lah dengan menarik nafas lalu hembuskan. Jika udah ada yang nongol di tarik aja, siapa tau jackpot dari chiki komo yang enggak mengatakan putus :"< Keuangan zodiak ini harus serba di kurangi, aktivitas senang-senang yang menyedot tinja ataupun menyedot gue pas lagi nguap, tarikannya sob sadis :"<. Asmara capricorn adalah terlalu mudah percaya pada seseorang, sepertinya halnya rakyat yang selalu di bohongi pemerintah, padahal udah gue bilang. Mending sama gue aja, bisa di percaya walaupun banyak wacana, tapi gapapa yang penting kipas angin pernah jadi saksi bisu ketika kita berkeringat bersama ehehe.

2. Aquarius
Tidak ada derita dan sedih yang berkepanjangan. Padahal yang panjang itu enak, mentok bikin becek, gak ada ojek, apa lagi grebeg, uber pun tak berpihak, memang susah hidup yang mengatakan single itu terbaik :"< Jika waktunya berakhir di sarankan untuk keluar jangan di dalem, walaupun gak senikmat dalem terus keluar, tapi gapapa, jadi manusia harus memaafkan, seperti contohnya "Maaf kamu ngaca dulu sebelum godain aku" semua pasti berubah jadi gak tau ah males. Tidak ada kebaikan yang percuma tapi jadi percuma kalo kamu udah ngasih apa-apa, tapi doi milih balikan sama mantannya dari pada kamu yang tukang ojek, ehehe kamu lebih baik pindah profesi jadi pacar aku aja. Keuangan kamu masih ada yang bisa disisihkan, setidaknya hati kamu juga perlu di sisikan buat gue naro lahan penjualan hp samsung duos, masih mulus, kek kakinya nabilah JeKeTe. Charger, kardus, di jual terpisah, harga PM aja ya. Asmara kamu memang tulus banget, kek yang nyanyi sepatu, tulus banget di injek-injek sama yang kakinya bau sikil :"< ketulusan cintanya membuat kamu luluh, meleleh gitu deh, kek coklat di masukin box motor :"< udah meleleh bau karbit pula.

3. Pisces
Jangan takut untuk memulai hal yang baru, takut lah sama Tuhan. Di mana ada keberanian, di situ kamu gak boleh kabur, kalo kabur nanti di tikung, nikung saat kabur peluang kesuksesan naik 360celcius. Jangan gadaikan impian dan cita-citamu, apa lagi impian dan cita-cita punya orang, nanti di bawaain golok bukannya martabak. Tapi kalo impian kamu jadi cabe-cabean sih gapapa, yang penting sering mimpiin aku aja, lumayan tuh bikin nagih. Keuangan kamu serbar baru, kayak lagunya tulus. karier baru, tantangan baru seperti contohnya update status di sosmed "Baru juga masuk yawlah, udah keluar lagi bae:"<", pemasukan baru, ehehe soal pemasukan jangan sampe telat cabut ya, nanti gosong. Asmara pisces itu lagi deket-deketnya sama pacar baru, ataupun gebetan baru, padahal jomblo, tapi sok-sok aja bilang punya pacar atau gebetan, biar di kira gak sombong aja kalo lagi jomblonya emang beneran. Kedekatan kamu membuat mantan kekasih iri, ehehe pernah pacaran aja enggak :"<

4. Aries
Gunakan logika kamu, jangan dikit-dikit bawa perasaan, mending perasaannya banyak, lah ini dikit, gak kenyang gak pake nasi. Saat mengambil keputusan, jangan buru-buru, kamu putus sama dia belom tentu punya pacar lagi, emang sanggup ngejomblo?. Mengikuti kata hati memang penting tetapi mengikuti kata pak mario tangguh juga perlu, siapa tau kamu sama dia jodoh yang gak mau kemana-mana, lumayan kan tuh dikit-dikit masuk kamar, kamar mayat, mayatnya keluar, soalnya kamu bau nasi aking. Memaksakan diri tanpa berpikir logis dengan apa yang akan terjadi hanya akan menyulitkanmu, emang sulit bayangin aja pas lagi enak-enaknya, malah keluar duluan. Udah keluar masih di suruh joget lagi, kan sulit. Keuangan Aries cukup hati-hati dengan pengeluaran mendadak, karena yang mendadak itu gak enak, kalo tahu bulat yang di goreng dadakan tuh baru enak. Asmara aries biarkan si dia bergaul dengan teman-temannya, tapi jangan di  gaulin mulu, nanti nangis :"<

5. Taurus
Lebih bijak dalam menjaga kesehatan, kalo perlu bisa hubungi pak mario gemez, minta quotes-nya doi, siapa tau kamu mendapat pencerahan. Bekerja untuk mengejar target boleh saja, tapi selalu ingat ngejar mulu gak di hargain buat apa? untuk menjaga kesehatanmu cukup dengan cuci muka aja, sisanya jangan lupa minum susu, susu asli ya bukan susu nya mba-mba warteg, kan kasian dia baru bikin susu, belum di minum, udah kamu minum aja. Tubuh kamu juga perlu istirahat, kalo menurut kamu gak perlu-perlu banget, yang penting jangan lupain aku aja, ingat-ingat kenangan kita dengan sprei yang ternoda (abis makan es krim loh ini). Keuangan taurus cukup baik dan berjalan lancar, kalo masih susah, coba minum vegeta, mungkin sembelit kamu akan lancar untuk beberapa minggu kedepan. Asmara taurus, jika merasa curiga, coba tanyain shinici kudo, dia jago menebak-nebak. Memang lebih baik bertanya langsung, tapi kalo nanya doang gak mau beli buat apa?

6. Gemini
Jangan takut untuk mengecek kondisi kesehatanmu. Ngecek di tas udah bawa chargeran apa belom, bisa juga ngecek hati kamu dulu, siapa tau ada gue. Lebih baik tahu keadaan gue sekarang yang ada di hati kamu, dari pada menunggu seseorang yang sering ngasih harapan palsu. Lebih baik mencabut bukan? Dari pada nanti bablas, kan bahaya. Keuangan gemini, bantulah keluarga yang saat ini sedang butuh bantuan dana pasangan, karena di sekita kamu sedang banyak yang jomblo, lumayan kalo kamu bisa bikin bisnis koncian gebetan. Asmara gemini, jangan coba-coba hadirkan pihak ketiga, apa lagi pihak ke empat, dan seterusnya. Kalo banyak pihak, tapi gak ada yang memihak lo buat apa? Sakitnya nembus tulang ekor.

7. Cancer
Jangan sampai kekhawatiran yang kamu rasakan membuat kamu merasa terbebani, cukup positif thinking aja, tapi jangan sampe positif hamil, tapi kalo positif aku sayang kamu mah jangan di perdebatkan deh. Santai saja dan hadapi semuanya dengan senyuman, tapi pas senyum jangan keseringan, tentangga gue RT gara-gara dia senyum, besokannya mati, soalnya dari atas balkon rumah pak RT, pak RT lagi senyumin istri abri yang lagi jemur baju, eh pak abri lagi nyamar jadi tim katakan putus, di belakang par RT lagi, pak RT gak sadar, soalnya doi laki-laki yang kurang peka. Keuangan cancer, mulai lah belajar mencintai aku, menabung lah meskti tidak banyak, nabung banyak juga beban, apa lagi nabungnya di WC, sekarang tukan sedot tinja udah mahal :"<. Asmara cancer, jika masalah dengan pasangan ingin cepat selesai, bicarakan dengan hati yang tenang, atau gak kamu beli minuman dulu, nah bikin kamu tenang, terus diemin aja, diem, diem, diem, tiba-tiba di peluk sama bang komo, ehehe enak tau.

8. Leo
Buatlah dirimu pantas untuk si doi, itu menjadikan lo dengan mudah meraih kesuksesan yang besar, karena kita semua tau, yang besar memang lebih nikmat. Perbaiki sikap hati lo, cukup perhatian aja jangan berlebihan, berubah lah menjadi power ranger merah, jangan berubah yang tadinya perhatian, tiba-tiba kamu berubah aja gitu, kenapa sih berubah? Aku salah apa? Ngomong dong :"< dan bekerjalah lebih keras, karena cuma ngandelin besar doang, tapi keluarnya cepet kan gak seru, padahal filmnya baru mulai. Keuangan: mencoba mencari pekerjaan yang lebih dapat menjamin masa depan, karena biayain anak orang gak bisa cuma pake batu akik, sekarang batu akik udah murah. Asmara: kamu bukan sosok yang mudah dipengaruhi meski oleh orang-orang terdekat, karena jaman sekarang gak boleh deket-deket, apa lagi belom mukhrim, nanti emang mau di sangka kamu kumpul sapi? Sapi kan kalo ngumpul sukanya ngomongin kebo.

9. Virgo
Kamu memang bukan sosok yang ekspresif, kamu hanya sekedar sosok bayangan masa lalu, tapi kamu selalu punya cara tersendiri mengungkapkan apa yang kamu rasakan pada orang lain, padahal ngerasain aja belom, kurang garem nih. Apa lagi jangan sampe kurang kasih sayang, emang kamu mau sayangnya cuma di tepuk-tepuk doang? Di kacangin, padahal kacang gak salah apa-apa, tapi kenapa di bawa-bawa? Dosa memang kalian :"< Keuangan: mencoba mencari pekerjaan dengan upah yang lebih baik di hari ini, mencari sosok pasangan buat di jodoh"in dengan aplikasi jodoh juga harus, yang penting jangan sampe lupa cari pasangan yang lawan jenis, kalo sesama jenis gak enak, gak bisa anu. Asmara: urusan memilih pasangan hidup adalah urusanmu, urusan Tuhan hanya nyuruh gue nikung cewe lo, tapi gapapa kan? Semua teman harus berbagi rasa. Pilihlah secara bijak, pak mario tengah juga gitu.

10. Libra
Saatnya untuk memulai sesuatu yang selama ini sangat ingin kamu lakukan, contoh berhenti ngejawab pas di tanyain mau kemana, malah di jawab "Jauh deh pake helm", kamu kalo jawabnya gitu terus, nanti masuk surga jalan jongkok. Namun semua itu memerlukan perencanaan, bukan pencitraan yang sungguh-sungguh agar hasil yang kamu dapat maksimal sampe klimaks, jangan kebiasaan maen sama benda, sekali-sekali pake yang bernyawa, mungkin kamu tau caranya menghargai seseorang, setidaknya kalo mau nego dikit aja, masalahnya ini masih mulus banget kayak mantan gue yang gak tau siapa namanya. Keuangan: masalah yang berkaitan dengan uang satu per satu mulai selesai, tapi jangan lupakan masalah yang lain, liat tuh doi udah minta nikah, ya kali pacaran lama, udah sering juga, tapi nikahnya gak jadi-jadi, lebih kumpulkan gebetan sebanyak-banyaknya, lumayan kalo yang satu minggat, kita punya koncian baru. Asmara: jaga selalu hati dan cintanya, jagain rumahnya juga boleh, asalkan kalo mau ngapa-ngapain jangan lupa tutup pintu, nanti ke pergok kayak gue :"<

11. Scorpio
Kadang rasa kesepian membuat kamu tertekan dan tak tahu harus berbuat apa, sebenernya lebih baik seperti itu, kamu pasti tau kan kalo berbuat belom mukhrim itu dosa, tapi walaupun enak sih emang, tapi gak pernah enak kalo masih pake benda, cuma geli-geli doang. Mending sama gue, entar gue kacangin. Keuangan: kerja pagi hingga malam hasilnya cukup memuaskan, iya apa lagi tidur bareng gue dari pagi sampe malem juga enak loh, ada manis-manisnya gitu. Asmara: saat kamu memutuskan untuk memiliki pasangan dan merajut hubungan cinta, itu artinya kamu harus sudah siap untuk berkorban. Tapi kalo mau berkorban bisa juga pas Idul Adha, lumayan kita nyate, daging kebo yang mirip sama daging mantan, kenyel-kenyel.

12. Sagittarius
Melakukan sesuatu yang sudah lama tidak kamu lakukan awalnya memang terasa aneh, tapi yang aneh memang selalu bikin kejutan, contohnya mantan kamu yang aneh kemaren itu, sekarang udah gantung diri, sehabis putus sama kamu, padahal kan yang di putusin urat nadi-nya, ngambeknya sampe kayak orang mau di apa-apain aja. Namun lama kelamaan pasti akan terbiasa, terbiasa sendiri, serba serbi sendiri, pokoknya kalo berduaan cukup tempat gelap aja, kalo terang gak seru, entar ke grebek, sama kayak gue. Jangan merampok waktu produktifmu untuk hal-hal yang tidak jelas, karena merampok itu dosa, tapi kalo kamu maksa ngerampok hati aku gue sih gapapa, yang penting di jaga aja, jangan di apa-apain, yang udah-udah aku sering di apa-apain tapi gak pernah di pacarin, kan sakitnya sampe tulang punggung, kasian mau berkeluarga tapi jodohnya udah mati dalam kandungan :"<. Keuangan: cukup aman dan terkendali, sebaiknya kamu mencari avatar aang, dia tau bagaimana cara mengendalikan, kalo kamu cari gue, jadinya kita maen ke tempat yang gelap-gelapan, contohnya maen bekel di dalam selimut, kita maennya sambil berhuhu huhu, lumayan bangun-bangun gue sama kamu jadi kita.. Asmara: jangan memulai hubungan asmara jika kamu sendiri belum yakin, tapi kalo kamu mau coba sama gue, yakin aja, nanti kita ke hotel yang seratus ribuan semalem, kita maen loncat karet.

Nah sekian dari gue, untuk ramalan lainnya kalian bisa cari sendiri. Ya walaupun gue tau emang gak ada yang buang, tapi gapapa, yang penting ke gantengan gue gak pernah keliatan, soalnya sombong itu dosa, karena dosa kita udah cukup dengan noda putih di sprei.

Jumat, 01 April 2016

Pacaran (yang gak tau males)

"Pacaran" gue mau mengulas tentang pacaran. Well, gue tau pasti pada gak percaya gue pernah pacaran, bahkan kemungkinan temen-temen gue yang bakalan baca tulisan gue satu ini mengatakan kalo "Anjirr awal ngarang, pernah pacaran juga enggak". Sumpah cukup menyakitkan disebut kek gitu sama temen sendiri, mereka gak ada yang pernah pecaya kalo gue pernah ngerasain yang namanya "Pacaran", dan mereka hanya tau gue tuh orangnya suka ngayal, kalo ngobrol sama gue ngebatin karena gak nyambung padahal mereka sendiri yang pada gila, di tongkrongan cuma gue doang yang merasa normal :"< Ataupun pasti bakalan ada yang bilang "Emang lo suka cewe wal? Lo kan homo". Yawlah tampang kek gue di sangka homo, tapi percaya enggak percaya, gue punya temen cewe yang pernah bilang "Wal, lo gak homo kan?" Anjirr, gue langsung ngedrop, muntah-muntah, diare, panas dalam, panas luar, panas luar dalam, yang udah di dalem gak mau keluar, padahal keluar di dalem kan bahaya :"< Well, kira-kira itu semua kata-kata yang bakal masuk di komentar akun gue setelah gue nge-share tentang tulisan gue ini.

Pacaran? Gue gak perlu mengartikan apa itu pacaran karena gue yakin pasti udah pada tau, tapi kalo kalian masih penasaran apa yang di sebut dengan pacaran itu, mending tanya mbah google, karena dia gak pernah salah, yang salah kan cowo mulu, karena gue cowo dan gak mau salah, gue mengajukan lebih baik bertanya kepada Tuhan YME, semoga kalian mendapatkan jawaban yang baik dengan sholat istikharah. Aminnn.

Biasanya sebelum pacaran kita bakalan masuk ke fase PDKT (pendekatan), gue gak ngerti dengan fase PDKT, karena di fase itu kebanyakan mereka berbohong tentang diri mereka agar sang gebetan tertarik dengan mereka. Seperti pedagang yang sedang memasarkan dagangannya ke pembeli, atau seperti para anggota dewan yang mencari hati kepada rakyat. (Anjirr sok tau banget gue) dan setau gue pacaran itu tentang pencintaan bukan pencitraan, nah pertanyaannya kenapa para pemuda-pemudi yang sedang PDKT selalu pencitraan? Aneh bukan? Ya kita sedang berada di aneh-aneh aja, aku suka yang aneh-aneh, kamu gak suka, tapi gapapa, yang penting aku suka kamu uwuwuw. Dan kesimpulannya adalah kita sudah tau dari sini, berarti jika memilih anggota dewan bisa kita lihat dari banyaknya dia pacaran, jika dia ngejomblo abadi berarti dia tidak pernah pencitraan, dan jika dia sering pacaran kemungkinan dia selalu pencitraan saat PDKT. Hebat bukan opini gue, mungkin di masa depan kita bisa memilih gue sebagai jomblo yang gak abadi-abadi banget buat jadi pemimpin negara.

Tapi bukan berarti yang PDKT dengan cara pencitraan selalu di terima loh, kadang mereka cuma di anggap teman, teman pangkat dua, pangkat tiga, dan seterusnya. Mungkin juga mereka cuma di anggap ojek, gojek, uber-uber yang bisa ngeluarin jelly seperti di spongebob, grebek, ataupun adek-kakaan, atau kaka-adean, bisa juga om-dede unyu-unyuan, ah persetan dengan hasilnya kalo dapet hasilnya seperti itu yang jelas artinya lo cukup di suruh "NGACA GOBLOG!!" yawlah kejamnya para manusia :"< untung gue orang, orang baik, baik yang mesum, mesum syariah. Dan yang PDKT tanpa pencitraan juga belom tentu di tolak atau pun di terima, itu semua tergantung muka, bawaan, isi dompet, atau pun tentang nyaman-nya saat di kasur (a.k.a berapa lama lo tahan).

Setelah proses PDKT yang entah itu lama atau sebentar, akhirnya lo harus menerima hasil apapun itu, entah hasil akhirnya lo pacaran sama dia ataupun harus ngejomblo lagi. Jika lo berhasil pacaran terima nasib kalo akhirnya temen lo yang gak ngebantuin apa-apa untuk lancarnya lo ngedapetin gebetan lo sok-sokan minta "PJ" (Pajak Jadian). Gilsss sob, kita yang usaha kita juga yang di palakin. Gue gak ngerti dengan perpajakan yang satu ini, padahal negara gak berbuat apa-apa saat kita sedang ngebatin-ngebatinnya harus berjuang jadi tukang ojek demi gebetan, nganter sana sini, ataupun saat kita galau gara-gara gebetan lebih memilih untuk balikan sama mantannya dari pada kita. Dan negara kemana saat kita galau di putusin saat lagi sayang-sayangnya? Dan kita harus kena perpajakan saat jadian yang bahkan kita gak dapet apa-apa. Bahkan pajak itu entah pergi kemana, dan di hitung-hintung lagi cukup lumayan jika memang ada. Bayangin sob, di Indonesia berapa jumlah penduduknya? Jika perpajakan jadian di hargai perpasangan adalah 10ribu rupiah, dengan penduduk indonesia yang segitu banyaknya sampe gue males ngitungin satu-satu. Jika setiap hari ada 1.000 orang yang jadian maka 1.000 x 10.000 = 10.000.000 akan masuk ke kantong gue, kalo di kalikan satu bulan pemasukan bisa mencapai 300jutaan, dan belom termasuk bonus pas april mop, valentine, atau pun tahun baru, karena saat itu jumlah nembak pasangan naik drastis. Belom lagi bayar pajak yang lebih besar untuk setiap bulannya. Gue yakin bisa jadi kaya dengan jangka waktu 5 tahun.

Ketika selesai PDKT dan akhirnya jadian, kita ngerasain yang namanya "Dunia ini milik kita berduaa, di peluk-peluk mengartikan aku gak tau ah males:"<" dan saat pertama kali pacaran tuh asik, lagi anget-anget sayang-sayangnya, lagi maunya beduaan terus kayak biji ketapang(btw ketapang bijinya nempel gak yak?), si cowo rata-rata bakalan sok unyu manis gitu kalo lagi chat pacarnya, ikut-ikutan ngetiknya dengan emoticon peluk+cium. Dikit-dikit gombal tai, sok jadi puitisme (anjeng gue banget ini :"<), becanda dikit-dikit, padahal becanda yang banyak lebih seru. Suap-suapan makanan, gelandotan kek monyet sama si buta dari goa hantu, dan ada juga abis ketemu terus pulang, update status "Makasih sayang buat malem ini" atau gak "Yawlah, baru banget ketemu, udah kangen kamu lagi huhuhu:"<" Aneh kan? Padahal baru ketemu beberapa jam yang lalu, udah bilang kangen. Mana cuma ngomong kangen doang tapi gak mau ngajak ketemuan lagi, padahal siapa tau di ajak ke kostan, lumayan tuh bedua di kost bisa minta ajarin masak. Biar bisa bikin suasana romance yang pasti ketebak kalo si cewe lagi nyuci sayuran, terus si cowo meluk dari belakang, belakang polsek, pada hal dari depan lebih enak. Dan sering banget nemuin pertanyaan yang bilang "Kamu pacaran ngapain aja?" anjirr kepo banget kek polisi dah.

Dan akhir semua itu hanya sementara, setelah melalui proses kemunafikan saat PDKT atau pun baru jadian. Kita bakalan nemuin yang dikit-dikit ngambek pada fase berikutnya, padahal ngambek banyak juga gak bakalan kenyang. Ada lagi yang overposesif, si doi(cewe ataupun cowo) yang dikit-dikit nanya lo lagi maen sama siapa, maennya lama apa enggak, ada cewe-cowo nya enggak, dikit-dikit di suruh pap dia lagi ngapain. Harus lapor udah makan apa belumnya, padahal sakit banget nih tenggorokan, yang di ingetin udah makan doang, minumnya gak di tanyain, kan si minum baper kasian :"< merasa di kacangin, padahal dia kan air bukan kacang. Ataupun yang cewe nih biasanya kalo lagi marah, si cowo gak ada salah tapi tetep kena semprot, mending semprotnya di luar, lah kalo di dalem, bahaya njirr :"< Nah di situ si cowo ngebatin, di salah-salahin, tapi masih mending sih ketimbang udah di apa-apain tapi gak di pacarin. Telat bales chat langsung ngoceh, di telfon, di suruh milih antara doi atau kesibukannya si cowo, si cowo diem, diem, diem mulu sampe ceripit. Terus si cowo bergerak, sedikit demi sedikit, memasukan jari dia di sela-sela jari ibu tukang warung. Sambil nanya "ada konidin?" dan selalu ada pertanyaan "Kamu kenapa deh berubah gitu?" sambil nada di jelek-jelekin. Terus dia membanding-bandingkan sama power ranger kuning, si power ranger dari pake kaos kuning berubah jadi power ranger kuning, terus si cowo dari pake baju merah, bukannya berubah jadi power ranger merah, dia malah berubah dari yang perhatian jadi kurang perhatian. Pokoknya semua salah cowo deh :"<

Dan fase sebelum putus bisa di bilang paling gak enak banget, karena dikit-dikit bawaannya marah mulu, padahal marahnya dikit, ngambeknya yang lama. Pas ketemuan mulai basi, sama-sama diem, ngobrolnya juga seadanya, tahu tempe sama nasi aking, yang penting bisa nyambung hidup di kostan :"< saat semuanya mulai garing, permasalah kecil yang semakin di besar-besarkan. Lumayan tuh yang besar-besar enak katanya. Ngambek yang dengan ribuan prasangka buruk, masalah yg lalu di ingkut, bahkan masalah pas jamannya kakek einstein ataupun pas jamannya tyrex lagi LDRan sama kucing tetangga gue. Terus ada juga yang ganti DN bbm dengan titik, ataupun setiap detik ganti PM kalo dia lagi galau menderita merana, seolah besok mau mati.

Dan gue juga punya cerita absurd saat dulu gue pacaran gak sampe satu hari, di karenakan cewe gue ngekang banget, lebih parah dari pada tetangga gue yang RT. Gue bales sms telat 5 menit, dia udah ngirim sebanyak 3 kali, gue bales sms telat 10 menit, di telfon. Mending cuma di telfon, coba gue gak bales setengah jam, pas tidur gue di kejar-kejar tuh di mimpi. Gue pacaran sama dia dari jam 9 malem pas malem minggu, minggu sore jam 5 gue putusin, padahal doi lagi sayang-sayangnya, sampe doi ngetag foto ke akun sosmed gue, fotonya tentang nama gue yang di tangan dia yang di silet-silet sampe bedarah. Antara mau nangis sedih sama bahagia ngeliat gituan. Gue mau ajak ke dokter, tapi kasian dokternya, gak bisa ngerawat anak babon soalnya :"<

Dan pada akhirnya pacaran itu emang malesin, ya kenapa gue bilang gitu? Ya karena belom pacaran lagi sih gue, kalo udah pacaran pasti gue ngomongnya "Yaelah sob, namanya juga jatuh cinta. Apa sih yang gak lebay? Kek gak pernah aja"

Selasa, 29 Maret 2016

Jodoh Itu (yang) Enggak Kemana-mana

Holaaa~ yah akhirnya gue rehat dulu buat ngelanjutin novel yang sedang gue proses. Maklum sekarang lagi banyak pikiran, dan kurangnya bahan tulisan :"< Selagi rehat buat nulis novel, gue mau iseng-iseng nulis lagi di blogger gue, ya walaupun gue tau emang gak ada yang mau baca wkwkwk.

Gue mau ngomongin tentang "jodoh" kenapa gue mau ngebahas tentang jodoh? Karena akhir-akhir ini di timeline gue lagi banyak ngebahas tentang jodoh, mungkin di bulan maret ini banyak yang lagi putus, karena lagi punya gebetan yang lebih ganteng/cantik dari doi. Kalo gak dapet gebetan, tinggal minta balikan tanggal 1 April nanti, bilang aja "Maaf sayang, aku kemaren becanda kok mutusin kamu, soalnya dikit lagi kan april mop" alasan yang jarang bukan? Kalo di terima silahkan berdiri di kanan sambil sujud sukur, kalo di tolak boleh ke ujung kamar untuk berhuhu huhu bareng wkwkwk.

Banyak yang bilang "Jodoh tuh gak kemana-mana". Iya menurut gue emang gitu, jodoh tuh emang yang gak pernah kemana-mana, selalu stay bareng lo dari awal sampe akhir. Nah kalo jodoh yang kemana-mana itu pasti kena tikung, biasanya sih gitu biasanya yak. Banyak yang berkata, Tuhan mempunyai skenario terhebat untuk kita. Nah itu menurut gue bener, tapi dalam hal berbeda buat gue, kalo menurut gue Tuhan adalah pembuat sketsa hidup, Tuhan mungkin hanya sekedar membuat sketsanya, yang meneruskannya menjadi sebuah karya indah ya dengan usaha kita sendiri, mungkin jika melenceng/tidak sesuai dengan sketsa yang di maksud Tuhan, maka di akhirnya selalu di benarkan oleh-Nya.

Sketsa-Nya menurut gue tentang sebuah pertemuan, percaya atau tidak bisa jadi setiap orang yang pernah kita temui mungkin aja adalah jodoh kita, tapi dengan melencengnya cara kita menyempurnakan skenario Tuhan itu salah, makannya Tuhan menggambar-kan sketsa lain dengan pertemuan berikutnya, dan terus seperti itu hingga kita sadar yang harus di benahi adalah diri kita, dengan gagalnya kita membuat suatu hubungan dalam pertemuan yang lalu. Dan banyak lagi yang analogi lainnya tentang jodoh, tapi yang paling gue gak setuju ya seseorang yang menggambarkan tentang "Kalo jodoh gak bakalan kemana-mana", seolah menyerah dengan putus asa, tanpa perjuangan apa-apa.

Heloww broooh, ibaratkan jodoh itu sebuah rejeki, dia gak datang dengan sendiri, dengan lu yang lagi asik duduk manis di sore hari, sambil minum kopi, stalking mantan, ataupun nonton JAV (Japan Anime Video), terus tiba-tiba jatuh pangeran/putri yang ganteng/cantik di hadapan lo, yang bisa ngebuat lu nyaman, pengertian, multi talent, semua hal yang lo idam-idamkan untuk pasangan lo kelak. Situ lagi duduk sambil ngopi? Apa mimpi basah untuk yang ketiga kali? Semua selalu ada proses pembentukan.

Ada lagi yang bilang, jodoh orang baik dengan dia yang baik. Yang jahat dengan dia yang jahat. Menurut gue ini bener banget sob, iya lah siapa sih yang gak mau punya jodoh yang baik-baik? Bahkan banyak banget yang merasa dirinya baik. Tapi baik-jahat seseorang itu hanya sekedar sikap sementara menurut gue. Karena apapun itu sebuah sikap, semua bisa di ubah. Setiap manusia selalu ada pada dasar kebaikan, mungkin menjadi yang di bilang jahat ketika dia sedang melakukan pencarian jati diri. Tapi emang ada yang tau dia bakalan terus begitu? Siapa tau saat bertemu lo (yang merasa baik) dia ikutan berubah, gak ada yang tau kan? Ya karena sebuah perubahan tergantung usaha.

"Kalo dia jodoh gue, pasti dia balik lagi kek gue kok", nah ini analogi yang goblog untuk seorang yang abis di tinggalin. Sekarang gini deh, kenapa doi ninggalin lo? Buat pergi kemana-mana sampe ketikung, terus lo akhirnya sadar, dapet quotes "Mungkin dia bukan jodoh gue, Tuhan telah merencanakan orang yang lebih baik dari dia buat gue", helowww sob, (ini buat mereka-mereka yang berada di umur matang untuk menikah ya, buat abg ababil gak termasuk) pertanyaannya, apa yang ngebuat dia pergi? Dari awal apakah si dia itu memang serius dengan lo atau hanya sekedar iseng? Dan bukan berarti lo harus nyerah, ataupun terus berjuang. Setidaknya balik ke diri lo sendiri, lo butuh seseorang yang serius untuk seumuran lo atau tetap memilih dia dengan menanyakan kemana arah tujuan hubungan lo, semua yang dewasa selalu punya komitmen tersendiri untuk masa depan.

Dan ada yang bilang jodoh itu bisa aja dari orang yang enggak kita duga, contohnya dia seorang yang baik, beradab, bahkan ilmu agamanya kuat, yang terpenting dia mengenalkan kita pada Tuhan, mendekatkan kita pada ajaran-ajaran yang mendekatkan pada Tuhan. Mungkin lewat jalur perjodohan, ataupun cinta pada pandangan pertama kepada orang yang kita idamkan seperti dia atas. Gue juga setuju sih dengan itu, tapi sekarang coba liat, berapa banyak orang seperti itu sekarang? Banyak kan? Iya memang banyak, tapi pernah lo berfikir, kadang walaupun dia tau agama sekalipun, bisa kah dia menua bersama lo? Mempertahankan sebuah hubungan sakral yang bakalan lo jalanin? Tanpa sebuah perceraian? Ataupun melakukan hal-hal buruk terhadap lo nanti, atau mungkin bisa menyeleneng ke yang lainnya. Bukan bermaksud suudzon yak, tapi pernah melihat sebuah pasangan yang awalnya tidak pernah tau tentang Tuhan, tapi ketika mereka berumah tangga, mereka mempunyai komitmen untuk menjadi lebih baik dengan salah satu contohnya mengenal Tuhan. Ya karena menurut gue apapun itu seseorang jika mempunyai komitmen baik untuk menjadi lebih baik, semoga Tuhan membenarkan sketsa awal pertemuan itu, dengan cerita yang kita gariskan menjadi indah, dan Tuhan meng-iyakan usaha kita.

Banyak hal yang bisa di bahas tentang jodoh, semua tergantung masing-masing dari kita. Bagaimana cara kita mewujudkannya, mempertahankannya, ataupun dengan cara ajaran yang kita anut dan percayai. Semua balik ke diri masing-masing, jika yang di sebut pernerimaan adalah sesuatu hal yang permanen, jika menyangkal sesuatu yang dapat di ubah, itu bukan bentuk penerimaan, hanya sekedar putus asa dalam pengubahan. Semua yang buruk bisa menjadi yang terbaik, bahkan yang terbaik bisa menjadi seburuk-buruknya bukan? Semua tergantung pemikiran matang, dan komitmen masing-masing.

Dan jodoh beda agama? Bagaimana dengan itu? Entah gue cuma tau satu hal. Opini gue tentang agama adalah "Jika seluruh makhluk hidup mungkin mempunyai satu Tuhan yang sama, tapi Tuhan membebaskan kita bagaimana caranya kita menyembah-Nya. Perihal agama, semuanya mengajarkan kebaikan untuk setiap penganut-Nya." Entah salah benar-nya opini gue itu, tapi itu yang gue tau seperti itu. Mungkin jika suatu saat jodoh gue adalah orang yang berbeda agama dengan gue, kenapa enggak? Sketsa Tuhan selalu indah bukan? Walaupun hanya sekedar bayangan semu yang kita coba indahkan. Mungkin gue gak perlu menyuruh dia pindah agama, selagi dia benar-benar percaya dengan Tuhan-Nya, dan melakukan kebaikan menurut agamanya, kenapa tidak? Sebaik-baiknya orang yang tau bagaimana caranya mendekatkan diri pada Tuhan yang ia sembah, bukannya memang yang terbaik? Tapi ya seperti yang sudah-sudah, di Indonesia tercinta memang susah untuk kayak gitu wkwkwks, tapi bukannya menyalahkan negara sendiri, memang sudah seperti itu kan?

Well, ketimbang tulisan gue makin ngawur dan makin gak jelas, gue berharap yang baca dapet sedikit hal-hal ngawur yang lagi gue bahas wkwkwk, ya walaupun gue tau emang gak ada yang mau baca, tapi gapapa lah itung-itung gue mau curhat aja :"< semoga kita menjadi pribadi baik yang di semogakan kita sendiri^^

Minggu, 08 November 2015

Hujan

Sudah 3 hari sejak diriku di tinggal Neza, entah kenapa perasaan ini masih terlalu kuat untuk mengharapkan dia kembali. Tetap saja, saat merasa ingin menghilangkan ingatan tentang dirinya. Tiba-tiba dia selalu hadir dalam setiap lamunanku, dalam setiap tegukan kopi hangat malam hari. Entah mungkin diriku belum terbiasa tanpa dirinya.

Seperti biasa, saat sore hari. Diriku sering duduk di balkon rumah, melihat senja yang indah, melihat sunset yang begitu cantik. Bersama segelas kopi hangat dan sebuah laptop yang selalu menjadi media untuk diriku mencari tahu tentang Neza, yah bisa di bilang setelah putus, diriku menjadi stalker. Walaupun setiap diriku melihat akun sosmed dirinya yang hanya bisa membuat diriku cukup merasakan patah hati untuk kesekian kalinya.

Tapi sayangnya sore ini cuaca terlalu mendung, sepertinya akan segera turun hujan. Dan diriku cukup kecewa, karena senja yang jingga telah tertutupi oleh awan gelap.

Hujan mulai turun dari langit yang gelap itu, membuat bumi menjadi basah dan yang paling tidak menyenangkan membuat tumpukan kenangan yang inginku kubur dalam-dalam kembali muncul ke permukaan. Seketika diriku melamunkan sesuatu, sesuatu kenangan tentang hujan, tentang tawa, candaan, dan yang paling menyebalkan semua itu tentang dia.

Dalam lamunanku tentang hujan, teringat kembali saat bersama neza. Malam itu diriku sedang merasa bosan di rumah, melihat bintang-bintang yang tampaknya tidak muncul. Entah apa langit malam ini mendung, atau karena light pollution?

Diriku kembali ke dapur untuk membuat segelas kopi hangat. Beberapa saat sedang mencari kopi di dapur, tersadar ternyata kopi yang biasa aku minum telah habis. Karena sekarang telah jam 00.00 dini hari, tidak mungkin diriku mencari warung di dalam komplek, lantas diriku bergegas ke depan komplek hanya sekedar mencari kopi, ya sekalian ingin melakukan kegiatanku setiap harinya, kegiatan berjalan di bawah langit malam.

Sesampainya diriku di depan komplek. Diriku mencoba melihat sekeliling jalan besar, untuk memastikan masih ada warung yang buka di jam setengah satu dini hari. Ternyata hanya ada satu warkop, cukup bersyukur sih karena disana aku masih sempat merasakan kopi hangat untuk melawan dinginnya malam ini.

Sesampai di warkop itu, aku memesan segelas kopi hitam. Entah mungkin bisa di bilang kopi yang biasa diriku minum ini mirip sekali seperti kopi untuk bapak-bapak atau kakek-kakek, tapi tetap saja, kopi hitam memang tiada duanya. Kopi hitam pun telah di letakkan di atas meja. Diriku yang notabennya sedang menunggu agar kopi itu sedikit berkurang panasnya. Selagi menunggu kopi itu, diriku menyempatkan untuk memainkan gadget.

"Pak kopi mocca-nya satu dong." Suara dari arah belakangku, suara yang samar-samar, seperti orang yang ku kenal.
"Neza? Ngapain lu malem-malem keluar? mana cuma pake itu doang pula." Sambil menunjuk pakaian yang dia pakai hanya sebatas kaos pendek dan celana hotpants-nya.
"Iya nih Law, gue tadi baru kebangun eh terus ngidam kopi, jadinya keluar nyari warkop yang masih buka."  Neza berkata dengan sedikit uap yang keluar dari mulutnya. Memang malam ini begitu dingin, apa lagi cuaca malam ini sedikit mendung.

Kami pun duduk bersebelahan di bangku panjang itu, menunggu kopi agar sedikit berkurang panasnya, agar bisa di nikmati perlahan demi perlahan. Cukup membuat suasana sedikit canggung sih, kita hanya terpaut pada gelas kopi yang berada di depan kita, dan sesekali kita masing-masing mencuri-curi pandang.

Sesekali diriku memergoki-nya ketika diam-diam menatapku, dan saat itu dia hanya sekedar tersenyum. Bisa ku hitung saat dia pertama tiba ke kedai ini sampai saat ini, sudah sekitar 7 kali dia tersenyum. Senyum yang manis, yang mengalahkan manisnya kopi hitam yang sedari tadi ku sruput secara perlahan.
"Nez? Lu lagi gak gila kan? Serem gue liat lu senyum-senyum terus dari tadi." Diriku berkata sedikit menggoda, dan dengan sedikit memasang senyum manis untuk dia.
"Enggak kok Law, gue emang lagi mau senyum-senyum aja. Btw gimana sekolah lu?" Pembukaan obrolan yang cukup basi, tapi entah kenapa ketika berbicara bersamanya, seakan yang tidak penting menjadi sesuatu yang enak untuk di bahas.

Cukup lama kita berbincang, hingga lupa waktu. Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 02.15 dini hari. Tak lama setelah kita berhenti berbicara, diriku menjadi sangat tertarik dengan sorot matanya, yang begitu hangat, di tambah dengan senyum termanisnya. Oh tuhan kenapa jatung ini? Tidak seperti biasanya, kali ini detak jantung seperti berpacu kencang, membuat sekitar pipi ini menghangat walaupun cuaca begitu dingin.

Entah kenapa tiba-tiba diriku melakukan eyes contact dengannya, bibir kita seolah hanya bisa terdiam. Hanya sekedar mata yang membuat diriku melamunkan sesuatu yang benar-benar hangat. Dan akhirnya kita mengakhiri eyes contact karena tiba-tiba hujan turun dengan deras.

Ah sial, kita berdua terjebak di sebuah kedai kopi. Waktu pun telah menunjukan jam 03.00 dini hari, dan sialnya pun begitu terasa dingin di tempat ini. Jujur sih mungkin bukan diriku yang merasa kedinginan tapi Neza. Apa lagi pakaian yang dia kenakan begitu tipis.
"Nez, kita kejebak hujan nih."
"Iya nih, mana udah jam segini. Aku takut orang rumah nyariin." Di situpun diriku setengah kaget, bahasa yang tadi lo - gue sekarang menjadi aku - kamu.
"Yaudah lah, palingan orang rumah juga ngertiin kok." Diriku sedang mencoba bersikap biasa saja ketika dia mulai menggunakan bahasa aku - kamu

Melihat dirinya begitu kedinginan, akhirnya diriku memberikan sweater yang sedang kukenakan saat ini. Biar lah aku merasa dingin sesaat, yang paling penting menurut ku Neza cukup mendapatkan kehangatan, walaupun hanya sekedar sweater tipis yang masih bisa tertembus angin dingin malam ini. Ya setidaknya rasa dingin malam ini akan sedikit berkurang untuknya.

Ketika diriku hendak memberi sweeter itu. Tiba-tiba Neza menarik tanganku, keluar dari tempat kita berteduh, membuat seluruh tubuh kita basah. Hujan yang turun dengan deras, dinginnya angin malam. Ah semua itu telah kalah dengan hangatnya genggaman Neza.
"Nez! Lu gila yak? Ini jam 3 pagi, dan lo ngajak gue mandi ujan? Dan gue sih gak masalah, tapi lo nanti sakit Nez." Diriku berkata dengan nada khawatir yang cukup cepat. Dia pun hanya tersenyum sambil menatap ku dengan dalam.
"Law, pliss malem ini aja. Tolong temani aku melewati dini hari ini, aku ingin menunggu fajar bersama kamu."
"Nez, tapi aku gak mau kamu.." Diriku hanya bisa terdiam, seperti patung. Tanpa sepatah kata, dan pipi ini pun mulai menghangat kembali. Neza orang yang membuatku mematung di tempat, hanya karena ciuman di pipi.
"Law, tenang. Kamu gak perlu sekhawatir itu kepadaku. Selama aku masih bisa melihat kamu, aku tidak akan mudah sakit, karena kamu adalah obat dari segala sesuatu yang menyakitiku."

Diriku kembali mematung ketika dia berkata seperti itu. Tuhan bisa kah kau menghentikan waktu ini sebentar? Untuk diriku menjernihkan pikiran ku ini, yang sedari tadi belum percaya dengan apa yang dia lakukan. Kembali Neza merangkul lengan ku, melewati jalan komplek yang sunyi, di bawah hujan pagi yang begitu dingin. Tapi entah kenapa saat bersama Neza, dinginnya hujan ini tidak begitu terasa. Hangatnya rangkulan Neza mengalahkan semua dingin itu.

"Gubrakkk." Neza tiba-tiba saja terjatuh di kubangan air hujan. Diriku mencoba menahan tawa itu, namun tidak bisa, tawa ku pun membuat suasan dingin itu menjadi semakin hangat. "Arggggh, sial aku terpleset." dia berbicara dengan nada kesal, yang semakin membuat diriku tertawa lepas.
"Kamu gapapa?" Tanya ku dengan nada yang sedang menahan tawa.
"Gapapa kok, bantuin diri dong."
"Yaudah sini, pegang tanganku." sambil menyodorkan tangan ku

"Gubrakk." Neza begitu jahat, dia tidak terima ketika diriku mentertawakannya ketika jatuh, dan dia pun hanya tertawa terbahak-bahak sambil mengatakan "Kalo aku jatuh, kamu harus ikutan jatuh juga." Dengan sedikit menunjukan muka isengnya di campur dengan senyum yang bisa membuat diriku mati mematung.

Tak lama setelah, diriku mencoba membangunkannya sekali lagi. Tanpa sadar dia pun meringis kesakitan, munkin kakinya terkilir. Aku yang sedari tadi tidak merasa kasian dengannya, akhirnya dia aku gendong ke tepian trotoar untuk sekedar di pijit agar tidak terlalu sakit.
"Bodoh, makannya hati-hati, klo udah gini kan kaki kamu juga yang sakit." Diriku berbicara dengan nada penuh dengan ke khawatiran.
"Maaf, namanya juga kecelakaan, gak tau kalo jalan tadi begitu licin." Berbicara dengan mimik muka yang merasa bersalah.
"Yaudah, sekarang kamu naik ke punggungku. Setidaknya sampe rumah kamu, jangan di jalanan seperti ini. Apa lagi hujan semakin deras."

Neza pun mengiyakan apa yang aku tawarkan tadi. Huft cukup berat juga ternyata dia, dan sesekali tangan ku terpleset saat menggendong dia. Cukup susah menggendong orang saat hujan seperti ini. Sepanjang jalan kita hanya mentertawakan kejadian jatuh tadi, hingga tak terasa satu blok komplek lagi sudah berada di rumahnya.

Saat tiba di depan gerbang rumahnya, aku langsung pamit, karena menurut ku jam segini bertamu ke rumah orang cukup tidak enak untuk di lihat tetangga. Ketika diriku pamit, Neza dengan cepat menggenggam tangku, memelukku dengan tubuh basahnya. "Nez, aku pulang yak, gak enak jam segini bertamu kerumah cewe." Diriku berkata sambil perlahan-lahan melepaskan pelukannya.

Akhirnya Neza pun menganggukan kepala yang bertanda mengizinkan aku untuk pulang. Sebelum benar-benar kita terpisah, Neza menarik tangan ku sekali lagi, menjinjitkan badannya, lalu mencium kening ku dengan berkata "Terima kasih Law, buat malam ini." Dengan senyum manisnya, senyum yang membuat diriku selalu mematung, dan kali ini pun telah 14 kali Neza memberikan senyum manisnya di depanku. Entah lah, tidak ada habis-habisnya diriku menghitung hal-hal yang tidak penting seperti ini. Tapi bersamanya menurutku selalu menjadi yang terpenting.

Minggu, 04 Oktober 2015

Melewati Malam

Malam yang dingin. Aku berjalan sendiri, menahan dinginnya angin malam, dan berjalan di temani cahaya rembulan yang cukup terang, tanpa bintang yang tidak menapamkan diri di langit malam.

Malam ini aku berjalan sendiri, kira-kira pukul 02.00 dini hari. Di kesendirian ini aku masih menyempatkan mengingat kamu yang selalu berada disampingku. Merangkul tangan dingin ini, berbicara, tertawa, membuatku cemberut. Membuat aku tiba-tiba merasa rindu. Rindu akan nafasmu yang seakan membuat bulu-bulu kecil ini terasa hangat.

Kita berjalan bersama, melewati malam dengan ribuan bintang yang tak nampak di langit malam. Berbagi cerita. Dan aku selalu berfikir. Apakah malam cemburu kepada kita? Karena dingin malam telah di kalahkan oleh hangatnya pelukan kita. Namun seketika itu pula bayangan masa lalu itu memudar. Aku tersadar dari lamunan itu, aku sadar kalau malam ini sedang tidak lagi bersamamu. Bahkan mungkin bukan untuk hanya malam ini, tapi mungkin memang untuk kedapannya aku tidak bisa lagi merasakan itu semua. Karena hubungan yang telah kamu sudahi ini, membuat diriku sangat terlalu terpukul. Membuat aku merasakan patah hati untuk kesekian kalinya. Membuat seorang laki-laki, terlalu hanyut dalam sebuah perasaan, dan tiba-tiba menjadikanku bagaikan wanita. Mungkin jika seseorang melihat ku yang sedang mencoba menahan sedih, mereka pasti akan tertawakanku. Bukannya aku lemah soal perasaan, tapi memang kali ini aku terlalu mencintainya. Dan dia pun menyudahin hubungan ini ketika diriku masih begitu menyayangin-nya.

Namaku Lawdie Alexander, seorang anak SMA yang sedang mencari jati diri. Seorang yang sedang merasakan patah hati ketika melewati malam seorang diri. Aku adalah cowo SMA yang cukup populer di kalangan para wanita-wanita yang suka menggosip. Ya, walaupun aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan tentang diriku, tetap saja aku tidak begitu peduli. Aku hanya menganggap mereka sekelompok burung pelikan yang sedang berkumpul untuk menunggu ikan terdekat untuk dimakan. Dan yang ku tau mereka hanya sedang membicarakan apa yang mereka tidak tau, yang hanya mereka lihat dari apa yang terlihat, tapi tidak pernah tau apa kebenarannya.

Law, panggilan teman-temanku untuk ku, di ambil dari 3 huruf nama depan ku. Seoalah namaku terdengar seperti tokoh petarung di game tekken yang bertarung dengan gaya bruce lee. Sedangkan keluargaku memanggil ku dengan sebutan Diel. Dan sampai sekarang aku pun tidak mengerti kenapa mereka memanggilku seperti itu. Tapi aku tidak terlalu memusingkan panggilan itu semua, yang jelas aku tetap nyaman dengan panggilan yang mereka buat untukku.

Kembali berjalan di daerah komplek perumahanku, biasanya sebelum sampai dirumah aku dan Ariadne Firza atau yang biasa ku panggil dengan sebutan Neza. Dia adalah pacarku kala itu, bukan untuk malam ini, karena dia telah mengakhiri hubungan kita.

Neza adalah cewe yang ku temui 2 tahun lalu, ketika sedang liburan keluarga di bandung. Saat itu kita bertemu tanpa kesengajaan. Bertemu ketika kita berada di sebuah penyewaan kapal pedal, dan terjadi perselisihan untuk merebutkan kapal terakhir yang tersisa. Dan berakhir untuk berbagi kapal tersebut bersamanya. Cukup kesal, karena memang aku sengaja berpisah dengan keluargaku untuk menyendiri dan menikmati pemandangan danau di bandung itu. Tapi berakhir dengan berbagi kapal yang hanya cukup untuk berdua, dengan seorang yang bahkan belum aku kenal.

Saat itu penglihatanku tentang Neza hanya lah seorang cewe ababil yang cerewet. Memang dia cukup cantik dengan rambut panjangnya, hidung mancung, bibirnya yang cukup menggoda, dan bola mata-nya yang besar dengan pupil mata hitam pekat. Tapi sayangnya dia adalah cewe berpenampilan natural, berpenampilan kurang menarik, dan tanpa ada polesan sedikit pun diwajahnya. Saat berada di atas kapal kecil itu, kita sedikit canggung, penyebabnya ya memang karena perselisihan perebutan kapal tadi.

Dia terlihat diam memandangi pemandangan, dan diriku hanya sibuk mengabadikan karya tuhan yang memang indah itu dengan camera ku. Sesekali diriku mencuri-curi pandang, melihat dia yang sedang melamun seperti seseorang yang bosan dan menahan kantuk. Sesekali diriku mencuri fotonya, mencuri foto dirinya yang melamun. Tersenyum kecil diriku, merasa cukup jahat ketika melakukan tindakan mencuri foto kepada orang yang bahkan belum ku kenal.

Selesai mengabadikan pemandangan danau itu, seketika aku mulai cukup bosan. Dan cewe di sebelah pun tetap melamun memandangi danau. "Hey, gue Law. Lawdie Alexander", diriku mencoba memecahkan suasana canggung itu, mengulurkan tangan untuk berjabat. Tapi dia masih tetap diam dan mengacuhkan tangan ku. "Hemm, okey." diriku menarik tangan ku kembali dengan raut muka yang cukup kesal dengan sikapnya. "Ariadne Firza", dengan nada jutek-nya dia memperkenalkan namanya.

Ariadne Firza, hemm nama yang cocok untuk gadis cantik berambut panjang itu. "Lo marah sama gue? Soal kapal ini? Ayolah kan memang sisa satu, dan gue juga lagi pengen keliling danau." diriku membuka obrolan untuk mencairkan suasana canggung. Dia masih terdiam dalam lamunannya, aku pun kurang mengerti dia mendengarkan apa yang kukatakan atau tidak. "Gue gak mempermasalahkan masalah kapal ini, ya memang gue cukup kesel, tapi ya gapapa lah. Setidaknya gue bisa tidur disini." Cetusnya masih dengan nada jutek.

Akhirnya kita kembali dalam diam. Dia diam lamunannya dan aku kembali sibuk melihat hasil foto-foto ku di camera. Tiba-tiba belum sempat semua hasil foto itu aku lihat, entah kenapa diriku merasa berat ketika mengayuh pedal kapal bebek itu, dan tersadar. Tenyata aku mengayuhnya sendirian, Firza yang sedari tadi melamun, tiba-tiba tidur dengan pulas disampingku yang sedang berusaha mengayuh sekuat tenaga. Terfikir di kepalaku untuk mengabadikan kejadian ini. Ketika diriku sedang mempersiapkan camera, diriku cukup kaget karena Firza tiba-tiba menyandarkan kepala-nya di bahu ku. Aku terdiam dan bingung harus melakukan apa, pada akhirnya diriku membiarkan dia tertidur dan mengayuh kapal itu sendiri sampai ketepian. Karena dia tertidur seperti ini, diriku mencoba untuk menahan kepalanya dengan tangan, agar tidak terjatuh secara tiba-tiba karena tubuhku yang bergerak ketika mengayuh pedal kapal itu.

Sesampai kita di tepian, diriku mencoba membangunkannya dengan cara menampar pelan-pelan pipinya, dan tak lama pun dia sudah terbangun. Mengucek-ngucek mata, dan terdiam sebentar, tapi masih tetap menyandarkan kepala-nya ke bahu ku. Aku berfikir mungkin dia terlalu lelah hingga tidak sadar kalau dia masih bersadar kepadaku. Dia pun mengangkat kepala lalu turun dengan perlahan dari kapal itu. Diriku yang notaben-nya masih berkeringat karena cukup lelah mengayuh sendiri kapal itu hingga sampai ketepian. Perlahan dia meninggalkan ku sendiri di tempat penyewaan kapal itu. Tapi tiba-tiba saja dia berbalik arah sambil merogoh-rogoh tas ransel yang dia bawa dan mengeluarkan sapu tangan berwarna ungu dengan sedikit notif bunga di ujungnya. "Nih bersihin dulu keringat lu." sambil memberikan sapu tangan itu. Aku hanya tersenyum kecil lalu mengambil sapu tangan itu dan berkata, "Thank's yak, btw lu gak takut gue apa-apain tadi?" Diriku mencoba menggodanya. "Gue tadi cuma setengah tidur, jadi kalo lu macem-macem ya pasti gue sadar. Dan walaupun lu macem-macem, mungkin di kapal tadi gue udah ngedorong lu sampai jatuh ke danau." Dia berkata dengan nada candaan sambil tersnyum manis. Sungguh lukisan tuhan yang lebih indah dari pemandangan danau ini, membuat diriku tersipu malu. Membuat detak jantung tidak beraturan. Irama detak jantung yang mengebu-gebu ini seakan membuat diriku gelisah tapi di sela-sela itu diriku begitu menikmatinya.

Aku yang sedang melamun, dan memikirkan apa yang terjadi saat ini. Tiba-tiba tersadar karena dia diam-diam melangkah pergi, meninggalkan aku yang sedang merasakan rasa yang aneh ini. Ketika cukup jauh dari jarakku terdiam, dia pun berteriak "Terima kasih" sambil tersenyum manis kepadaku.

Diriku hanya terdiam, mencoba menormal kan otak yang sedang mengalami gangguan. Dan tanpa sadar diriku berfikir "Apa aku jatuh cinta kepada orang yang baru kutemui?" dan aku hanya bisa menjawab "Mungkin" sambil tersenyum simpul.