Sabtu, 21 Maret 2015

Cintaku Bau Kencur

Cinta ku bau kencur a.k.a Cinta pertama.

Holaaa, balik lagi dengan gue om-om pedopil tanpa kumis yang tampan dan rupawan. Ngomongin Cinta bau kencur alias cinta pertama. Pasti rata-rata orang pernah mengalami-nya, dan survei membuktikan. Cinta pertama hadir saat kita masih di bawah kelabilan, kencing belum lurus, masih bau kencur. Yaps, rata-rata saat masih kecil, mungkin rata-rata saat SD atau SMP, tapi klo yang mengalami saat SMA mungkin dia telat dateng bulan. *eh maksudnya telat merasakan.

Contohnya gue mengalami cinta pertama gue saat gue kelas 3 SD, dulu tuh gue mirip kayak monyet botak berponi. Bulu kaki gak ada, tapi poni gue panjang-panjang kayak anak monyet lagi nongkrong di pinggir jalan. Saat itu gue kelas 3 SD dengan dandanan yang (gak banget) keren, duduk di belakang dua cewe ingusan. Saat itu gue juga duduk dengan sohib gue si kiting (namanya gue samarkan sesuai rambutnya dia).

Pada hari itu gue lagi asik becanda sama dua cewe yang duduk di depan gue, kita pun sering nyontek bareng-bareng, ketawa bareng-bareng, mandi pun bareng-bareng (eh yg mandi enggak ding). Pokoknya semua-nya serba bareng deh. Tapi akhirnya kita maen jodoh-jodohan. Layaknya anak kecil yang gak tau apa-apa, gue di pasangkan dengan cewe yang bernama fira, dan si kiting di pasangkan dengan si lumba-lumba. Lumba-lumba? Uh gue juga gak tau kenapa gue sama temen gue manggil dia dengan sebutan lumba-lumba, tapi yang jelas itu yang membuat gue dan temen gue jatuh cinta dengan dia >///<

Gue dan kiting jatuh cinta dengan orang yang sama? Yah gue emang tau kalo si kiting suka sama si lumba-lumba, tapi kiting gak tau kalo gue juga suka si lumba-lumba. Dan yang gue lakuin ya, ngesupport kiting, supaya kita tau apa saja tentang cewe yang dia taksir. Layaknya anak kecil baru menemukan hal seru, kita berpertualang, kita jalan dari ujung ke ujung untuk menemukan rumah si lumba-lumba. Dan akhirnya kita pun pulang tanpa tau informasi apa-apa.

Layaknya anak kecil, kita juga hanya sekedar naksir. Tidak untuk pacaran, kita hanya ingin sekedar tahu bahwa dia adalah cewe yang udah ngebuat kita gak berhenti memikirkannya setiap malam sebelum tidur itu seperti apa di luar sekolah, atau bagaimana kehidupan dia sehari-hari.

Saat itu disekolah gue sedang mengadakan pramuka, tapi saat itu pramuka disekolah gue cuma di ajari baris-berbaris dan upacara, jadi gue sempet males setiap ada kegiatan ekskul pramuka. Tapi hari itu beda, hari itu kami nge game gitu, kayak kuis, dan kami pun disuruh pembina untuk melakukan pertunjukan. Buat anak cewe mereka di suruh nge-dance, dan anak cowo-nya disuruh breakdance. Alhasil anak cowonya cuma bisa breakdance ala manusia ayan, ada yang mirip orang kesurupan, ada juga yang kencing dicelana. Itu kencing dicelana gara-gara grogi di depan banyak anak-anak pramuka lainnya.

Tapi yang gak disangka-sangka, ternyata regu cewe nge-dance-nya keren, mereka pake lagu dokter cinta. Dan disitu gue tiba-tiba terpesona dengan si lumba-lumba, dia cantik banget saat nge-dance, gue sampe gak berhenti memandangi dia, dan sampe liur gue berceceran, mengeluarkan bakteri-bakteri mesum. Dari sore itu hingga malam gue terus mikirin dia, saat di joget juga, dan sampai malam itu lagu "Dokter cinta" terus mengdengung di kuping gue, lagu yang membuat gue jatuh cinta di masa kanak-kanak gue. Kiting? Mungkin dia mengalami hal yg sama dengan gue.

Hari demi hari telah berlalu, rasa cinta ini makin kuat, lagu dokter cinta makin teringat, pertualangan gue dengan kiting pun semakin menjadi, kita berpertualang mencari rumah lumba-lumba, walaupun hasinya tetap nihil.Tapi di hari itu kita dapat bocoran rumah-nya berada disekitar kampus. Dan akhirnya kita pun berangkat menuju daerah rumahnya, muter-muter seperti bolang. Dulu tuh lagi jaman-jamannya film bolang (bocah petualang), tpi disitu bolang pasti memakai dasi yg mirip dasi pramuka, warna merah. Tapi kali ini gue sama temen gue lebih mirip bocah ilang, yang mengenakan celana bolong di bagian bokong, dan kaos kumal yang bolong dibagian ketek.

"Jegerrr", tiba-tiba gledek terdengar. Oh itu bukan dari langit, tapi dari hati gue yg tiba-tiba bertemu dengan do'i. Seharusnya gue bersikap wajar aja sih, tapi kali ini gue belom siap ketemu dia, gue masih mengenakan pakaian bekas pup kemaren, gue tengsin, gue mau MATI AJAH. Tapi gue urungkan niat itu, gue dan kiting langsung kabur saat ketemu dia di gang. Dan akhirnya pulang dengan senyuman puas karena berhasil menemukan rumahnya.

Dan hari berikutnya gue sering pergi ke daerah rumahnya, lari pagi dekat rumahnya, nonton bola dekat rumahnya, dan berharap dia akan melihat gue dari kejauhan. Tapi selama itu juga gue belom mendapat hal yang jelas, lagi pula dia gak pernah tau gue suka sama dia. Dan gue gak pernah memberanikan diri untuk mengatakannya. Hari demi hari pun telah berlalu, pada dasarnya yang telah bertemu pasti berpisah, dan hari itu pun terjadi, kita tidak satu sekolah lagi. Dan cinta pertama harus berpisah di sebuah persimpangan, apa kah bertemu kembali? Mungkin suatu saat kita akan berjalan bersama lagi >///<

Tahun demi tahun berlalu, cinta bau kencur pun terasa hilang. Tapi pada dasarnya cinta itu tidak hilang, hanya saja tersimpan di benak yang paling dalam. Menjadi sebuah kenangan awal mengenal cinta.

18 maret kemarim gue berulang tahun yang ke-17, udah semakin tua aja gue, tapi tetep ganteng (xD). Dan lumba-lumba pun mengucapkan wish ke gue. Cukup kaget sih, ya walaupun gue tau, kalo dia tau gue ulang tahun gara-gara notif di sosmed. Dan akhirnya kita pun berbincang dan sesekali flashback ke cerita-cerita masa lampau.

Weekend ini dia ingin ikut gue untuk lari pagi, dan gue mengiyakannya. Gue dari semalem gak bisa tidur karena terus memikirkan apa yang akan terjadi esok? Gue bingung akan membahas apa saat kita bertemu lagi. Dan malam sebelum hari H nya, gue udah prepare duit di dompet, dan tidur.

Pagi itu gue terbangun jam 5 pagi, gue bangun cuci muka, gosok gigi, dan siap berangkat. Dari rumah gue berlari, tapi di tengah-tengah jalan, pant*t gue berfotosintesis, mengeluarkan aroma segar dari pant*t gue, dan oksigen pagi itu telah tercampur dengan oksigen dari pant*t gue. Kita udah janjian di gang deket rumah dia, di gang yang dulu gue pertama kali bertemu didaerah rumahnya. Seketika itu juga gue merasa berjalan dimasa lalu, tapi semua sedikit berubah, lapangan bola telah hilang berganti gedung kampus, dan disitu saya merasa sedih, tiba-tiba muncul gambar polwan.

Setelah kita bertemu, gue langsung senyum dan mandangin dia. Di perjalanan gue bertanya tentang kehidupan ponpes dia, yah walaupun agak kaku, tapi diperjalanan kita kali ini tidak terlalu garing, obrolan kita pun lumayan nyambung. Saat sampai tujuan, dia gak ikutan lari sama gue, soalnya abis operasi, jadi dia nungguin gue di bangku taman itu. Satu putaran udah gue lewatin, dua putaran, dan yang puntaran ketiga gue langsung mencari tukang minuman dan makanan. Gue membeli 2 botol minuman dan 1 bungkus kue cubit, dan langsung menghampiri dia. Ketika gue berjalan munuju tempat dia, gue terpeleset di tanah. Karena tanah yang agak basah dan cukup menanjak jadi ketika gue melewatinya tiba-tiba jatuh. Enggak sakit sih, tapi cukup buat tangan gue kotor penuh tanah.

Gue menghampiri dia yang sedang duduk bengong di kursi taman itu, "nih" sambil memberi botol minuman kedia, dan karena gue sebagai cowo yang keren. Jadi dia gue ajak makan, gue tawarin ini itu dia gak mau terus, dan akhirnya gue bilang aja "jangan kayak anak SD deh", akhirnya dia mau juga. Dia mau gue ajak makan bubur, walaupun jahat banget ngajak cewe makan di pinggir jalan. Ya walaupun enggak di tengah jalan, yang penting mah makan.

Kita makan bubur di pinggir jalan, duduk disamping tukang tambal ban. Di sela-sela makan, gue ngomongin temen-temen SD kita dulu, ngomongin gue lagi deket sama siapa, dan ngomongin hal-hal sedikit pribadi. Tapi entah kenapa gue lebih suka mandangin dia ketimbang mendengarkan ceritanya. Gue melihat jam, gue berfikir cukup sampe sini aja, sebaiknya gue ajak dia pulang, takut kecapean. Akhirnya kita pulang dengan masih membahas hal-hal yang cukup pribadi. Seiring berjalan, gue selalu berfikir. Kita akan berpisah lagi, menjauh, menjadi seakan tidak kenal. Kita akan tetap menimbum rasa itu, tidak akan hilang. Tetap bersemayam, dan tumbuh kembali ketika bertemu.



PS : "Saat kita bertemu cinta pertama yang telah hilang, entah kenapa memory itu kian muncul kembali. Kenangan masa lampau yang telah terhimpit kenangan baru tiba-tiba bermunculan. Seperti bergerak mundur, mengingatkan hal-hal yang dulu sudah terpendam."

Rabu, 14 Januari 2015

Aku Si Kakek Jomblo (aku jin botol) Chapter 3

"Aku si jin, aku datang saat di butuhkan dan pergi saat mereka telah bahagia." Kata-kata itu telah menjadi motivasi hidup gue. Dari dulu gue selalu ingin membatu orang yang sedang kesusahan, dan pergi ketika mereka telah bahagia. Kenapa? Karena gue hanya akan merusaknya lagi ketika gue hadir di tengah-tengah kebahagiaan mereka (:

Di saat perjalan kita sering becanda. Kadang gue iseng ngerem mendadak sampe dia teriak "Ahhh, sialan lo" sambil mukul kepala gue. Gue sih ketawa-ketawa aja. Dia pun juga sering banget iseng, kadang dia goyang-goyangin motor gue, dan hampir nabrak pot tanaman orang. Terus juga setiap ada orang lewat di samping kita, dia selalu bilang "Haiii om, haii tante" sambil melambaikan tangan seperti orang gila. Gue sampe ketawa ngakak, lalu dia bilang ke gue "lo malu ya jalan sama orang gila kayak gue?". Sebenernya gue sih gak malu, malah gue seneng, soalnya lucu gitu. Tapi kaget aja, kok cantik-cantik otaknya geser. "Gak lah, gue malah seneng cewe gokil kayak lo". Dia tersenyum dan tertawa terus-terusan sepanjang jalan, dan kita pun di liatin orang banyak. Gue yakin pasti orang-orang mikir kalo kita tuh orang gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa. Tapi kita santay aja sambil ngasih senyum najis ke orang-orang yang ngeliatin kita.Gak sampe situ aja kegilaan kita, kita masih teriak-teriak dan nyanyi diatas motor. Sampe di tegor sama babysister bermuka om-om kumisan yang kekar.

Akhirnya kita pun mulai terasa lelah sehabis teriak-teriakan. Gue memberi saran untuk istirahat minum dulu. Kita pun berhenti sejenak untuk minum. Tapi aneh-nya tiba-tiba hujan turun dengan cukup deras. Gue bingung soalnya gak bawa jas ujan, dan gue juga kasian sama Siska. Kita berteduh di warung kaki lima di pinggir jalan. Tapi malangnya kita gak nemuin tempat buat berteduh yang pas buat berdua. Akhirnya kita neduh, ya walaupun yang kehujanan jadi-nya cuma gue doang, soalnya tempat berteduh-nya gak muat untuk berdua. "Lo gapapa keujanan gitu? Sini aja mepet dikit ke gue" dia menyarankan gue untuk berdiri di samping dia. "Udah gapapa tenang aja, dari pada lo yg kebasahan. Oh iya gue beli minum bentar ya?". Gue pun lari ngibrit ke warung kaki lima buat beli 2 botol minuman. Dan tiba-tiba "Hey ces liat gue deh", gue menengok kebelakang, dan melihat dia sedang asik bermain hujan. "Eh lo ngapain? Nanti sakit, mending neduh aja" sambil memegang tangannya dan menarik dia untuk berteduh. "Ahh gue gak mau, ke kedai bakso itu aja yuk kayaknya enak deh" sambil nunjuk ke kedai bakso yang berada di sebrang jalan. "Tapi kan ujan? Nanti lo kebasahan terus besok sakit lagi." gue berkata dengan nada sedikit khawatir. "Cielah perhatin banget sama gue, udah tenang aja, gue juga laper nih" dia tertawa kecil sambil senyum-senyum. "Bukan perhatian, tapi kan lo cewe. Pakaian lu juga begitu sis, kalo lo sakit ntar gue gimana?" gue berkata dengan sedikit nge-gombal. "Ahh au amat ces, yaudah yuk".

Gue pun pasrah aja deh. Gue menggengam tangan-nya untuk menyebrang jalan. Ketika sampai di sebrang, kita pun langsung masuk ke kedai. Untungnya di sebelah kedai itu ada yang jualan handuk, jadi gue beli handuk dulu buat mengeringkan tubuh kita yang basah itu. "Nih keringin dulu tuh, nanti masuk angin loh" sambl menyerahkan handuk. "Makasih" kata dia sambil memberi senyum. Gue memesan 2 mangkok bakso, dan bertanya "Lo mau minum apa? Yang anget-anget aja buat ngangetin badan" gue menyarankan. "Gue mau bir ces". Aduh gak beres nih cewe, dikit-dikit bir mulu. "Ahh apaan sih lu bir mulu, kopi aja ya? atau teh?". Dia berfikir sejenak dan akhirnya memutuskan "Hemm yaudah gue mau kopi". Kita pun memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas kopi hangat.

Sesaat kita hendak mau makan, tiba-tiba ada yang menegor kita. "Hayoo lo, ketauan pacaran mulu. mana ujan-ujanan lagi" kata seorang cewe yang tiba-tiba menepuk pundak siska. "Ahh tante sakit tau, sama siapa kesini?" siska berkata sambil memegang pundaknya. "Tuh sama mami kamu, liat tuh dia senyum-senyum aja. Hemm btw cowonya beda lagi? si Raka kemana?" dia berkata dengan sedikit menggoda. "Hemm, Raka ada kok, tpi aku lgi jalan sama temen. Biasalah mau nonton". Gue yang dari tadi binggung mesti gimana, akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan. "Hemm, saya pisces. Saya tukang ojek-nya siska hari ini bu, eh tante" gue ngomong sampe kebingungan mau manggil bu, tante, atau kaka? Habisnya orangnya masih cukup muda, ya berkisaran antara umur 21 or 22 gitu. "Jangan panggil tante ah, aku kan belom tua loh. Panggil aja kaka atau emba" berkata sambil menggoda gue. "Eh iya, maaf tante. Eh maksudnya kaka" gue ngomong sampe grogi gitu. Dan tiba-tiba mami-nya siska nyamperin kita.
Mami-nya Siska : "Heh Siska pacaran mulu nih. Loh kok beda? Mami kira sama si Raka."
Tante-nya Siska : "Itu pacar barunya Siska loh mba, ganteng ya? Mirip sama mantan mba dulu loh."
Mami-nya Siska : "Sutt kamu tuh buka-buka kartu aja, iya tapi mirip juga ya, cuma kalo yg ini pake kaca mata kuda." ibu-nya berkata sambil ketawa kecil.
Siska : "Ahhh mami sama tante apaan sih, orang aku cuma temenan doang." senyum malu.
Mami dan tantenya serentak mengatakan "Ciee", dan akhirnya tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Gue cuma bisa senyum aja melihat satu keluarga yang gila-nya sama persis, tapi gue jadi pengen punya keluarga kayak gini, yang asik. Tapi walaupun gue iri, gue harus tetep bersyukur dengan apa yang gue punya sekarang. "Yaudah deh mami sama tante pulang deh, gak mau ganggu yg lgi pacaran. Oh iya jangan malem-malem ya ngaterin pulang anak tante", ibunya Siska pun pergi sambil ngasih senyum yang manis buat gue sama Siska, dan ternyata bibir ibu-nya Siska mirip banget sama dia. Pantes aja senyumnya bikin gue pengen nikahin ibunya *eh.

Kita pun diem-dieman untuk beberapa saat karena sama-sama malu ketika bertemu ibu-nya. Akhirnya gue pun membuka obrolan. "Yaudah yuk lanjut makan Sis" sambil senyum malu sama dia. Kita pun masih makan tanpa bicara (yaiyalah gak bicara, ntar kalo bicara bisa-bisa keselek). Tiba-tiba dia berdehem, dan mengantakan sesuatu "Sorry ya ces, nyokap sama tante gue bikin malu. Emang tuh pada reseh." berkata sedikit kurang enak. "Hahaha santay aja lagi, gue malah seru ngeliatnya hahaha." gue ketawa maksa aja biar keliatan lucu. Suasana mulai semakin garing, gue dan dia cuma diem-dieman aja. Tapi sempet gue lagi mau nengok ke dia. Dan tiba-tiba dia langsung membuang muka. Nah loh, gue yakin nih orang lagi curi-curi pandang sama gue. Gue mandangin dia sambil senyum. "Kenapa lo senyum-senyum sama gue?" kata Siska. "Hehehe, gapapa kok. Lo aja dari tadi ngeliatin makanan gue mulu. Mau gue suapin? Apa mau nambah?" gue berkata sambil menggoda. "Au ah ces, gue malah udah kenyang ini. Minum kopinya ahh." sambil meminum kopi yang masih panas. Dan tiba-tiba "Awww", gue ketawa ngakak saat dia meminum kopi yang masih panas itu. "Lo gak biasa minum kopi? Kenapa tadi mau pensen kopi?" gue berkata sambil ketawa. "Kan gue maucoba ngerasain minum kopi, soalnya kata lu enak kan" sambil menahan panas di lidah. "Ya tapi gak di minum langsung gitu juga kali." gue masih ketawa ngakak. Akhirnya gue saranin untuk di tiup dulu agar tidak terlalu panas. Dan akhirnya "Sruputttt", dia meminum dengan perlahan. Gue berasumsi kalo dia menikmati kopi hangat itu, apa lagi dengan cuaca yang sedang hujan ini, dan tubuh kita yang masih cukup kedinginan gara-gara kehujanan tadi. "Gimana? Enak kan?" gue berkata sambil senyum. "Hemm, iya ces enak. Gue jadi ketagihan. Nambah lagi yuk?" sambil senyum ke gue. "Ngapain banyak-banyak? Ntar gumoh, dah abisin dulu aja kopinya". Kita pun meminum kopi itu dengan melihat keluar jalan, yang notaben-nya masih hujan deras. Rasa dingin itu pun kian semakin hilang, berganti menjadi sebuah kehangatan. Dengan sebuah tatapan bola mata yang indah dan secangkir kopi. Terus menunggu hingga hujan yang membasahi bumi itu berhenti, berganti menjadi awan yang lebih cerah dan pelangi yang akan menghiasi awan tersebut muncul.

(Bersambung)

Jumat, 09 Januari 2015

Aku Si Kakek Jomblo (aku jin botol) Chapter 2

"Aku si jin, aku datang saat di butuhkan dan pergi saat mereka telah bahagia." Kata-kata itu telah menjadi motivasi hidup gue. Dari dulu gue selalu ingin membatu orang yang sedang kesusahan, dan pergi ketika mereka telah bahagia. Kenapa? Karena gue hanya akan merusaknya lagi ketika gue hadir di tengah-tengah kebahagiaan mereka (:

Gue melihat matanya. Mata yang jauh lebih indah di bandingkan bulan malam ini. Kita pun  eye contact, cukup lama gue memandangi mata indah itu, akhirnya gue pun berdehem dan menyudahi eye contact dengan-nya.
Siska : "Hemm, btw ngapain lo kesini?"
Gue : "Gue gak betah di dalem, rame banget gitu jadi malu. Sekalian mau mandangin langit sambil minum kopi hehe.  lu sendiri ngapain disini?"
Muka dia terlihat sedih. Raut mukanya makin gak ngenakin, dan akhirnya air mata itu menetes jatuh ke pipi-nya.
Gue : "Lu nangis? Kalo ada masalah cerita aja."
Siska : "Gue gak nangis. Cuma kelilipan aja." sambil minum bir kalengan yang dia ambil dari meja.
Gue : "Ah alesan aja. Gue bilangin ya, kalo sedih itu jangan di pendem, nanti sakit sendiri"
Siska : "Hemm"
Dia terus meminum bir kaleng itu. Dan akhirnya "Gubrak.." dia terjatuh. Gue panik, gue bingung, gue takut nanti disangka yang enggak-enggak. Gue gendong dia, dan membawa dia ke kursi, lalu membiar kan dia istirahat. Tiba-tiba saja "Hueekkk", aduhh dia muntah ke baju gue. Gue takut ada orang liat dan gue bisa dituduh ngehamili dia, saking bingungnya gue gak ngerti mesti ngapain. Gue pun bergegas kembali kedalam untuk mengambil segelas air putih dan kain pel. Saat gue kembali dia sudah menangis sambil berkata, "Dasar cowo bajingann!!".
Gue : "lo gapapa? Nih air putih." sambil memberikan segelas air putih ke dia.
Siska : "Ahhh, gue gak mau minum air putih. Ambilin gue bir-nya lagi dong" berkata sambil sempoyongan gitu, mirip orang mabuk *eh emang dia mabuk ya? Gue lupa.
Gue : "Enggak lo gak boleh minum bir itu, bir itu ada kecoa-nya. Udah minum nih air putih."
Siska : "Hiii.. Gue takut sama kecoa. Lagian kecoa juga mana mau joinan bir sama gue. Yaudah sini air putihnya." Dia mengambil air putih itu di tangan gue.
Dia minum air putih itu sampe habis, dan tiba-tiba dia tertidur. Argghhh gue takut dia kenapa-kenapa, gue takut dia mati, gue takut di seret ke penjara atas tuduhan pembunuhan orang. Dan masuk berita koran dengan judul "Terlalu lama menjomblo, Kakek-kakek ini mencabuli botol bir". Ahh, gue gak mau itu terjadi, gue gak mau nama gue makin jelek.

Akhirnya gue tungguin dia bangun, 10 menit, 20 menit, 30 menit dia belom bangun juga. Gue cari cara buat bangunin dia. Akhirnya gue punya ide untuk bangunin dia. Ide gue itu, pengen bangunin dia cara disiram pake air se-ember. Tapi gue mikir-mikir lagi, kasian nanti dia kedinginan, akhirnya gue tunggu lagi aja hingga dia bangun. 1 jam telah berlalu, 1 jam setengah juga belom sadar. Gue pun makin panik, gue berasumsi kalo dia sudah mati. Tapi setelah gue cek, dia masih bernafas. Gue ingin melarikan diri, tapi kasian nanti dia di apa-apain sama kecoa. Gue terus merhatiin dia, makin lama di liat-liat, ini cewe makin manis kalo sedang tertidur, gue terus meratiin muka cewe ini. Tiba-tiba "Huaaa", dia kaget ngeliat muka gue yang dari tadi merhatiin dia tidur. Dia memegang tubuhnya seperti orang habis di perkosa, gue pun megang tubuh gue saking kagetnya. Dia liat muka gue sambil teriak "Aaaa..", gue pun sama. Teriak ketika dia teriak, "Aaaa...". Akhirnya setelah kita maen teriak-teriakan seperti Dian Dipa Chandra (itu loh vokalis seurieus band), gue pun menutup mulut-nya dengan tangan gue sambil berkata.
Gue : "Udahhh, jangan teriak gitu bikin gue panik aja."
Siska : "Lu ngapaian disini? Lu pasti ngapa-ngapain gue kan? Ngaku lo?"
Gue : "Dihhh, gak inget lu itu tadi mabuk sampe muntahin gue? Emang lu pikir gue kantong muntah"

Siska : "Ohh iya gue inget, sorry abisnya lo mirip sih"
Njirr, gue dikatain mirip kantong muntah. Keren-keren gini dimirip-miripin sama kantong muntah? oh nih orang songong.
Gue : "Enak aja kangtong muntah." Sambil cemberut manyun.
Siska : "hehehe, sorry sorry. Btw makasih yaudah nemenin gue."
Gue : "Eh iya gapapa kok. Terus lu kenapa tadi? Ada masalah cerita aja."
Spontan muka dia berubah jadi sedih lagi.
Siska : "Iya ces gini, tadi gue berangkat kesini sendiri. Saat gue dateng, gue ngeliat cowo gue lagi mesra-mesraan sama selingkuhannya. Tapi pas gue tanya dia gak mau ngaku, malah ngajakin gue putus." Dia pun curhat dengan suara pecah ingin menangis.
Gue : "Terus lu nerima hal itu?"
Siska : "Hal apa? Kalo di selingkuhin gue jelas gak terima. Dan kalo soal putus gue juga gak terima ces, gue udah terlanjur sayang banget sama dia. Gue gak mau putus sama dia."
Hufftt, dari dulu gue tuh bingung sama cewe. Cewe tuh bego apa gimana ya? Kuat aja gitu bertahan walaupun sering disakitin, kalo gue sih mending gue tendang tuh cowo kelaut. Gue mulai berfikir, ternyata yang di bilang kalo "Cewe itu mempunyai 5 rasa 1 logika, dan cowo mempunyai 5 logika 1 rasa" jadi bener, ternyata cewe kalo udah sayang ya gitu gak pernah pake logika. Sama hal-nya dengan ngupil di depan orang banyak, walaupun memalukan, tapi kalo lagi enak ya lanjut terusss.
Gue : "Tapi kan sis, kalo lu disakitin terus mah namanya dia gak sayang sama lo"
Siska : "Abisnya mau gimana lagi? Udah sayang gitu."

Gue diem aja deh, emang susah kalo udah kayak gini. Akhirnya kita sama-sama ngeliatin langit malam itu, tiba-tiba dia ngeliatin gue sambil senyum. Gue sih pura-pura gak liat aja, karena gue takut ke GEERan, jadi hanya melihat langit malam ini aja. Eniwey kopi gue mana ya? Eh gue lupa sama kopi gue yang dari tadi sendirian, yang menjadi saksi bisu kalo malem ini gue lagi sama cewe cantik, sama cewe yang udah muntahin gue, sama cewe yang aura-nya muncul ketika kita sama-sama melihat bulan dan langit malam yang indah ini.

Gue pun menuju meja, dan mengambil kopi gue.
Siska : "Kenapa? Udah dingin ya?."
Gue : "Hehehe, iya nih. Jadi gak manis lagi kayak muka lo" gue berkata sambil menggoda.
Dia hanya senyum ke gue, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Gue pun masih mikirin kata-kata yang tepat untuk di obrolin sama dia. Gue liatin kopi dan sedikit demi sedikit gue minum, ya walaupun udah gak panas, tapi ketika dingin kopi hitam ini cukup terasa pahit. Pahit? oh oke gue tau.
Gue : "Hemm, sis lu tau gak kalo hubungan itu mirip kopi hitam?"
Siska : "Maksudnya?."
Gue : "Ya mirip gitu, coba deh lu nikmati kopi hitam ketika panas. Rasa kopi itu akan begitu terasa nikmat, tapi ketika dingin, kenikmatannya pun hilang dan serasa pahit. Sama seperti hubungan, ketika masih hangat-hangatnya begitu manis, tapi ketika sudah dingin. Semua berubah menjadi pahit"
Siska : "Hemm, lu bener. Mungkin Raka udah berubah, mungkin hubungan yg kita jalani 2 tahun ini udah ngebuat dia bosan, tapi gue gak mau putus sama dia. Ya walaupun gue tau, gue sering banget di sakitin."
Gue : "Tapi lo pernah berfikir buat mencari yg lebih baik? Ya bukan buat di awal, tapi untuk selamanya gitu?"
Siska : "Gue belum bisa ngebuka hati buat orang lain, dan gue yakin si Raka pasti bisa berubah." Sambil senyum ke gua dengan penuh harapan.
Gue : "Ouh gitu, yaudah semangat ya. Gue tau apa pun yang lu pilih itu yg terbaik menurut lo."
Siska : "Makasih ya ces, gue jadi sedikit legaan. Btw itu baju lu gapapa tuh? Pinjem baju aja sama Andi, nanti baju lo gue bawa pulang gue cuciin."
Gue : "Gak usah, gapapa kok tenang aja. Eniwey gue pulang duluan ya udah malem, lu gapapa kan sendiri?"
Siska : "Oh iya gapapa kok, udah biasa sendiri." Sambil senyum. 
Gue : "Oh iya, pin lo dong? atau apa gitu. Mungkin gue bisa jadi temen curhat lo."
Siska : "Oke wait ya."

Kita pun saling bertukar pin, dan gue pulang meninggalkan seorang gadis yang setengah patah hati itu di balkon.Tapi gue cukup senang, karena gue pulang dengan sejuta hadiah senyuman yang dia berikan ke gue ketika menemani dia. Tapi tunggu dulu, gue takut kalo dia bunuh diri, gue takut dia lompat dari atas balkon, gue takut jadi tersangka atas loncat-nya dia dari balkon. Ahhh tidakkk!! Tapi akhirnya gue pulang aja, abis udah malem juga, gue pun belum ngasih makan si manis. Takutnya si manis makanin kancut-kancut gue, itu kan bahaya.

Sampai dirumah, gue pun memberi makan kucing gue. Dan gue melihat keseliling rumah gue, ternyata masih sepi seperti biasanya. Gue pun pernah berharap kalo gue di lahirkan di keluarga yang berbeda. Setelah gue memberi makan kucing gue, gue pun masuk ke kamar, nge-cek satu persatu kancut-kancut gue. Dan ternyata aman, tidak ada yang hilang dimakan Si Manis. Akhirnya tidur dengan meluk foto raisa.

Pagi-nya gue bangun dengan muka bantal. Saking malesnya bangun dari kasur, sampai jam 11 siang pun gue belom mandi, dan masih buka-buka laptop di kamar. Habis-nya setiap weekend gak pernah punya acara sih, jadinya cuma dirumah sambil buka-buka laptop. Tiba-tiba hp gue bunyi dan ternyata si Siska yang bbm gue."Ces, maen yuk. Gue bete nih weekend gak ada temen", wets gue seneng banget tuh di ajakin maen sama cewe ukuran BH 34C *eh, maksudnya sama cewe idaman gue. "Oke, gue jemput rumah lu ya? Kirim alamatnya". Dia pun mengirim kan alamat rumahnya. Ternyata dekat taman yang sering gue datengin itu. Gue pun langsung siap-siap mandi sambil dandan yang ganteng, sulam kumis. Udah terasa cukup ganteng, gue pun berangkat jemput dia dengan motor matic. Sesampai gue di depan rumahnya, duh makin jatuh cinta gue sama dia. Dia mengenakan baju dress warna pink, rambutnya di gerai dan di ikat sedikit di bagian atas, dan rambut yg di ikat sedikit itu, agak di letakkan ke sampingin gitu. Gue gak bisa bilang apa-apa tentang dia, menurut gue dia cantik banget berpenampilan kayak gitu. Tapi apa kabarnya dengan gue? Yang cuma mengenakan baju lengan panjang, celana jeans plus sepatu yang belom gue cuci 5 hari, rambut gue pun belah pinggir lengkap dengan kaca mata kuda milik gue. Dan gue yakin dia pasti malu banget jalan sama gue.

Tanpa sadar gue pun berkata "lo cantik" sambil senyum najis gitu. Dia cuma senyum malu gitu ke gue, dan bisa dipastikan jantung gue bakalan berhenti berdetak untuk beberapa saat. "Lo juga keren kok, btw coba deh sini sebentar", dia ngacak-ngacak rambut gue sampai ketombe dan kutu-kutu gue bertebangan. "Nah lo lebih ganteng kalo rambutnya di jabrik-kin". Owww, gue hampir pingsan dia bilang begitu, dan seakan gue hampir sakit jiwa ketika dia mengatakan "Lo keren kok", gue udah senyam-senyum najis gitu. "ehh, bentar deh kaca mata lo lepas", sambil mengambil kaca mata gue. "Lo jauh lebih ganteng kayak gini" sambil senyum puas abis makeover gue. "Tapi gue gak bisa liat jauh kalo lagi bawa motor, nanti aja deh gue lepas kalo kita udah sampe tujuan" sambil senyum dan mengambil kaca mata gue. Dia senyum sambil ketawa kecil-kecil.
Gue : "Yuk naik."
Siska : "Hemmm, oke. Terus kita mau kemana?" sambil naik di belakang gue.
Gue : "Lu maunya kemana? Gue jadi supir lu deh buat hari ini."
Siska : "Cieelah supir? Ganteng-ganteng emang mau jadi supir gue?" dia nepuk pundak gue.
Gue : "Hehehe, jadi supir buat cewe cantik kayak lo gak masalah kali."
Siska : "Hahaha, yaudah kita pergi nonton aja gimana?"
Gue : "Siap kapten"

Kita pun berangkat dengan canda tawa di setiap perjalanannya......
(BERSAMBUNG)

Selasa, 06 Januari 2015

Aku Si Kakek Jomblo (aku jin botol)

"Aku si jin, aku datang saat di butuhkan dan pergi saat mereka telah bahagia." Kata-kata itu telah menjadi motivasi hidup gue. Dari dulu gue selalu ingin membatu orang yang sedang kesusahan, dan pergi ketika mereka telah bahagia. Kenapa? Karena gue hanya akan merusaknya lagi ketika gue hadir di tengah-tengah kebahagiaan mereka (:

Di pagi ini gue selalu menjalankan rutinitas seperti biasa, bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sekolah, nongkrong di taman, godain mba-mba warteg, pulang, online, dan begitu terus setiap harinya. Dan begitu terlihat bosan, tapi sejujurnya gue gak bosen sih, hanya saja gue merasa selalu kurang. Yaps, sangat kurang perhatian dari orang sekitar, maupun orang tua. Gue pun orangnya sedikit tertutup, tidak ada popularitas di sekolah, tempat nongkrong, atau pun di rumah. Ya mereka hanya mengetahui kalo gue itu kutu buku berkaca mata, ingusan, dan laleran. Huft sungguh sangat tidak menyenangkan di kenal di kalangan umum seperti itu, apa lagi di depan cewe-cewe tukang gosip.

Siang ini gue pergi ketaman. Di sana gue sedang asik memanjat pohon sambil membawa novel yang gue baca, karena cuaca cukup bersahabat, gue pun membaca novel sambil minum cendol di siang hari yg cukup panas tapi sejuk, karena ada angin sepoi-sepoi gitu. Saking asiknya membaca, gue sampe gak menjaga keseimbangan, dan akhirnya "gubrak...". Arrrgghhh kampret, gue terjatuh dari pohon, gue salah bersandar, gue malah bersandar diranting yg cukup kecil buat menahan beban tubuh gue. Ah sial, di sekeliling gue terlalu banyak orang yang melihat. Ahhh gue tengsin banget, akhirnya gue sempet berbaring sebentar. Ada tukang kebun yang dari tadi memperhatikan gue, sambil berkata "jatoh dek?..". Oh enggak kok gue gak jatoh, gue cuma lagi pacaran aja nih sama rumput yang bergoyang. Yaiyalah gue jatoh, malah pake nanya, bukannya di bantuin gitu kek, ini malah nanya. Rasanya ini tukang kebun pengen banget gue iket di atas pohon, terus gue tebang tuh pohon biar jatoh berbarengan sama dia. Gue pun menghilangkan niat jahat gue, akhirnya gue senyum garing aja deh "hehehe, iye bang tadi gak sengaja ngintip rok cewe, jadinya gak fokus. Malah jatoh deh..". Sambil ngomong dengan frekuensi kecepatan maksimum, gue pun langsung duduk di bangku taman sambil ngerasain badan gue yang abis jatuh ketanah. Gue merhatiin baju, buku gue. Ah tidakk, basah semua kena cendol. Gue tengsin, disini banyak banget cewe, gue mau pulang tapi gue malu pulang kotor-kotoran begini, disangka gue abis gagal maling, terus di gebukin warga yang membawa anak kecil, terus di lemparin cendol ke muka gue. Makin sedih deh klo gue pulang lagi berpenampilan seperti ini.

Akhirnya gue duduk sambil nahan kesakitan. Tanpa sadar ada yang ngasih gue sapu tangan. Cukup kaget sih gue, tiba-tiba ada yang ngasih gue sapu tangan. Mungkin dia nyuruh gue buat membersihkan kaca mata gue yang notaben-nya kotor gara-gara cendol itu. Dan gue yakin dia bakalan berkata "Cilukba... Hayoo lo masih inget gue kan? Gak usah inget gue, inget aja utang lo waktu itu, masih kurang ceban". Gue mulai khawatir, gue takut kalo ternyata dia itu om-om di depan rumah gue, yang pernah gue pinjem duitnya buat beli mie ayam. Gue takut diculikk!!! (oh iya gue gak boleh Nethink). Gue pun ngambil sapu tangan itu dan mulai membersihkan cendol yang ada kaca mata gue. Setelah gue selesai membersihkan cendol di kaca mata dan baju gue, gue akhirnya melihat siapa yang memberi sapu tangan itu. Oh dan ternyata dia itu seorang cewe, gue liat sekilas dia cukup cantik, dengan kaos biru lengan pendek, hot pants, berambut panjang, mata yang bulat dan hitam pekat, bibir yang mirip Angelina Jolie, dan ukuran BH kira-kira 34C *eh.

Gue pun menyudahi pandangan gue, dan gue pun bediri lalu berjabat tangan dengan-nya sambil berkata :
Gue : "Makasih ya, btw panggil gue ces"
Cewe : "Ces? nama lo princess apa cesar? kok di panggil ces gitu?"
Gue : "oh enggak, gue cuma sering di panggil pisces aja sama temen-temen gue, jadi pada biasa manggil ces"
Cewe : "oh, gue siska"
Sambil ngasih senyum manis ke gue.
Gue : "oh, siska. Terus lu kesini lagi ngapain? lari sore?"
Siska : "Hemm, enggak kok, gue cuma iseng aja maen kesini" Sambil merubah raut muka menjadi agak sedih.
Gue : "Oh, lu lagi galau ya?" Senyum sambil menggoda dia.
Siska : "Eh gue duluan ya, temen gue udah jemput"
Gue : "Hemm, oke deh. Eniwey makasih ya Sis."
Siska : "Iya sama-sama, duluan ces"
Sambil menutup kaca mobil
Spontan gue inget, sapu tangannya masih sama gue. Gue pun lari-lari sambil teriak "Sis, sapu tangan lo". Mungkin dia tidak mendengar suara gue, karena kaki gue masih lumayan sakit juga, gue pun menghentikan pengejaran itu. Dan gue berfikir, apa ini yang namanya jodoh? Ah gue terlalu kebanyakan nonton film-film melow sama india nih.

Gue pun pulang, rumah gue tampak sepi. Sepertinya keluarga gue sedang asik dengan kesibukan mereka masing-masing. Gue langsung kekamar gue, gue liat dari ujung ke ujung terlalu berantakan mirip sama muka gue yang cukup berantakan ini. Gue males banget bersihin nih kamar, akhirnya gue langsung tidur di tumpukan baju-baju yang numpuk di kasur gue. "meow!!". Gue spontan kaget, ternyata gue nindihin kucing gue yang sedang asik tidur-tiduran di atas kancut-kancut gue. Kucing gue ras persia yang gue dapet dari tetangga gue ini, gue namain "Si Manis". Ahhh gue sebagai pemelihara kucing yang buruk, gue namain kucing gue nama yang sangat pasaran. Abisnya mau gimana lagi, Almarhum-Almarhuma kucing-kucing gue yang lain juga namanya "Si Manis", jadinya udah kebiasaan gitu. Tapi tenang manis, suatu saat gue bakalan nemuin nama yang tepat buat lo.

Gue pun meng-gendong kucing gue dan meletakannya di perut gue, karena notaben-nya gue lagi tidur-tiduran jadi gue biarin kucing gue tidur di atas tubuh gue. Gue pun mau curhat sama kucing gue.
Gue : "Nis, gue tadi seneng banget. Gue ketemu cewe, cantik. Blaa.. blaa.. bla.." Gue curhat panjang lebar dan akhirnya.
Si manis : "grrrr.. grrrr."
Wahh, kampret (eh dia kan kucing bukan kampret). Dia malah molor, gak punya perasaan banget, tuannya lagi curhat dia malah ngorok. Gue pun meletakkan dia di tempat tidur, karena gue adalah tuan yang baik hati, jadi gue meletakknya pelan-pelan. Setelah itu gue mandi, dan menempelkan sapu tangan si siska di mading yang gue buat di kamar, di sebelah foto abstrak gue.

Setelah selesai mandi, gue buka laptop. Gue muter lagu yang pas buat gue banget. Lagu-nya kunto aji - terlalu lama sendiri. Huft nih lagu bener-bener gue banget, setiap gue dengerin lagu ini, bikin gue jadi mikir. Kapan ya gue terakhir menjalin hubungan? Wah udah lama banget pasti-nya. Akhir-nya gue buka situs-situs gak jelas. Gue ngambil gitar, bikin secangkir kopi, dan langsung menuju teras rumah gue. Gue nyanyi lagu munajat cinta (ya cuma itu doang  yg gue hapal hehehe), pas banget buat malem ini, gue masih sendiri. Tapi karena suara gue yang mirip kambing keselek biji duren, gue pun menyudahi maen gitar-gitar gue. Takut-nya tetangga gue mikir kalo gue sedang menyiksa si manis sampe menjerit gitu. Tapi gue baru inget. Kopi gue mana ya? Arggghh gue lupa, kopi gue masih tertinggal di dapur. Gue lari-lari ke dapur dan mengambil kopi gue, lanjut balik ke teras rumah lagi.

Gue liat kopi gue udah gak panas lagi, yah mau gimana lagi kopi telah menjadi dingin. Gue sruput pelan-pelan kopi itu, gue pun sedikit berfikir. Kenapa ya jarang ada orang yang suka sama kopi hitam? Apa karena terlalu pahit? Hemm, gue pun berasumsi. Kalo "hidup ini seperti kopi hitam, akan begitu pahit ketika kita tidak bisa menikmatinya, tapi ketika kita tau cara menimaktinya. Manisnya pun tiada tara. Sama hal-nya dengan hidup. Jika kita tidak dapat mensyukuri apa yang ada, hanya akan merasa pahit-nya sebuah dunia nan kejam ini". Dan akhirnya gue menutup aktivitas gue hari ini, gue meranjak ke kamar buat tidur. Sebelum tidur gue masih mikirin si siska, gue berharap bisa ketemu dia lagi, niat gue baik buat ngembaliin sapu tangan ini, itu niat baik gue. Tapi niat buruk gue ya culik dia, terus pergi kepulau terpencil dan akhirnya paksa menikah dia. Dan kita pun hidup bahagia bersama (sambil senyum mesum dan ketawa dalam hati).

Keesokan hari-nya setelah gue pulang sekolah, gue kembali ketaman. Gue memantau dari ujung ke ujung. Kenapa ya siska gak ada? Apa dia trauma ketemu sama gue? Arrrghh pasti dia mikir kalo gue ini binatang langka yang ingusan. Akhirnya sejam, dua jam, tiga jam. Dia gak dateng juga, gue berfikir mungkin besok aja gue kesini lagi. Esoknya pun tetap sama, dia tidak ada di taman itu. Gue nyerahhh, gue putus asa, ternyata gue terlalu banyak nonton film-film melow sama india. Akhirnya keesokan hari-nya gue gak pernah datang lagi kesana, gue takut di PHP-in *eh, bukannya di PHP-in sih. Tapi emang gue nya aja yang berharap buat ketemu siska lagi. Hemmm.

"Trutt..tt.t..Truttt..tt.....Trutttt..." Ternyata hp gue ada sms dari sahabat SD gue.
Temen lama : "Woyy ces, kemana aja lo gak ada kabar? udah mati apa?"
Gue : "Ahh lo gak berubah-berubah, masih songong aja. Gue sumpahin lu gak punya cewe!!"
Temen lama : "Ahh udah basi sumpah-sumpahan kek gitu. Di sumpahin kayak gimana pun juga cewe gue banyak ces"
Gue : "Ahh bodo amat, eniwey tumben lo sms gue ada apaan?"
Temen lama : "Oh iya, gue lupa bilang kalo besok gue ultah. Lo dateng ya?"

Gue : "Hemm, nanti ya kalo gue gak sibuk ;p"
Temen lama : "Dih, najis sok sibuk lu, pokoknya jangan lupa dateng acara gue."




Gue masih mikir sih, di acara ulang tahun temen gue itu mau make baju apa? Gue tuh orangnya gak modis, yang ada malah jadi bahan bullying temen gue. Akhir-nya gue kesana pake jaket, celana jeans, dan sendal gunung. Gue pun berangkat, gue berangkat memang lebih cepat dari jadwal yang di tentukan. Supaya gak jadi pusat perhatian, jadi pas gue dateng gak ada yg ngeliatin, gue pun aman dari tatapan para cewe-cewe penggosip (padahal gue tau bukan gue yg digosipin).

Wuihhh, rame banget yang dateng. Banyak sih yang gue kenal, tapi gue yakin mereka gak ada yang kenal gue. Gue bersyukur karena gue yakin mereka berfikir kalo gue cuma sekedar patung ingusan, gak ada ketertarikan buat di jadiin bahan gosipan. Karen saking rame-nya gue pun minta izin temen gue buat ke balkon rumah dia, buat menatap bintang malam (tidak lupa bawa kopi heheh). Saat gue menuju di balkon, ada sepasang pemuda sedang marah-marahan. Gue berargumen kalo mereka sepasang kekasih yang sedang dalam tahap kehancuran hubungan. Sang cowo pun pergi meninggalkan cewe itu di balkon. Cewe itu sedang menatap langit malam yang sunyi itu.

Hemm gue pun memulai obrolan.
Gue : "Langit malam sungguh gelap ya?"
Cewe : "Hemm" dia hanya berdehem
Gue : "Lo mau kopi?"
Cewe : "Enggak makasih, gak suka kopi"
Gue : "Oh, lu tau gak kopi ini mirip dengan langit malam ini?"
Cewe : "Iya mirip hitamnnya kan?"
Gue : "Hemm, iya sih hitamnya mirip. Tapi lo sadar gak? Kalo kopi yang hitam pekat itu menjadi saksi bisu si penikmat kopi. Dalam hitamnya ini memiliki sebuah kenikmatan dan kenikmatan itu menjadikan si hitam ini begitu manis."
Cewe : "Hemm.." hanya berdehem lagi
Gue : "Layak-nya kopi hitam ini, langit pun sama. Menjadi saksi bisu kisah-kisah malam yang terjadi setiap saat, Dan yang tersakiti di malam ini, hanya bisa melihat indah-nya langit malam itu"
Cewe : "Lo nyindir gue?" sambil nengok
Gue : "Enggak. Eh elo?"
Cewe : "Elo?" 




 "BERSAMBUNG"



 Di bikin bersambung, biar baca-nya gak puyeng-puyeng klo kebanyak kan :D hehehe
 

Rabu, 31 Desember 2014

Masa Depan dan Malam Tahun Baru (si jomblo hula hup)

Wahhh, gak kerasa ya udah pergantian tahun. Hemm, eniwey malem tahun baru ini gue lagi gak punya gebetan/pacar atau sejenisnya lah. Dan malam tahun baru tanpa itu semua hanya akan menjadi malam jum'at keliwon yang menyeramkan. Jeng.. Jeng .. Kenapa sih menyeramkan? Ya karena gue bakalan di hantui, karena tidak mempunyai pasangan di malam tahun baru. Saat gue lagi jalan-jalan malam tahun baru, gue lewat flyover, dan dari ujung ke ujung gue melihat segelintir orang-orang. Orang yg pertama gue liat itu sepasang anak muda, mereka lagi asik pacaran. Yang kedua ternyata LDR, wahh ini abang-abang lagi serius telponan sama cewenya, mungkin dia sekalian phone s*x sama cewenya, itung-itung dosa di akhir tahun (astaghfirullah, gue soujon bet). Yang ketiga gue liat sih segerombolan anak-anak muda, mungkin dia ingin membuat boyband di akhir tahun ini dan membuat boyband yang bernama "Wastafel", dan memiliki album pertama dan terakhir yaitu "wastafel akhir tahun", dan yang terakhir gue liat sih dua cowo ._. ini gue udah takut, gue liat dari ujung ke ujung gak ada yang jomblo, tapi malah adanya dua cowo? What 2 cowo? Duh ini bahaya banget buat jomblo ganteng kayak gue, bisa-bisa gue diajakin mesum sama 2 cowo itu sambil di grepe-grepe kayak anak ABG jaman sekarang (tapi mereka ganteng sih.. jadi...). Akhirnya gue pun kabur, dari pada gue jadi cabe-cabean mereka nantinya.

Gue pun langsung pergi aja, sambil muter-muter nyari cowo *eh martabak ding maksudnya. Setelah melewati flyover itu, gue langsung isi bensin. Saat itu sih gue kebelet ke WC, soalnya cuaca gak mendukung dan terlalu dingin, jadinya gitu sering kebelet. Saat gue mau masuk ke WC yang ada di pom bensin itu. Ada 1 cewe berjilbab merah mandangin gue dari atas sampe bawah dengan tatapan nista. Gue pun ber-argumen kalo dia itu lagi mikirin. "ada cowo ganteng di malam tahun baru sendirian aja", atau "ini cowo mukanya kayak asbak abis kebakar, penyok-penyok gitu". Waktu itu sih gue liat dia tuh cantik, mancung, dan ukuran BH? Kayaknya 34B gitu deh *eh. Gue sempet mau ngajak kenalan, tapi gue yakin bakalan malu-maluin, gue yakin kalo gue bakalan ngompol disitu, karena gue paling grogi deh kalo kenalan sama cewe, dan gue pun udah kebelet, pasti bakalan jadi gak karuan. Akhirnya gue langsung ke WC buat ngilangin kebelet gue. Setelah kelar gue yakin gak ada yang tersisa, jadi gue santai buat ngajak kenalan. Saat gue keluar, eh ternyata cewe itu gak ada, gue yakin dia itu takut dan trauma ketemu gue, makannya langsung kabur, atau gue hanya berhalusinasi aja kalo ada cewe cantik, berjilbab merah, idung mancung, ukurang BH 34B. Dan sampai sekarang itu masih sebuah misteri -,-

Gue pun lanjut buat beli martabak. Pilihan gue sih buat menu malam ini jatuh pada martabak manis spesial, martabak yang saat digigit akan melelehkan keju dan coklat dimulut itu dan emmm, gue gak bisa kasih tau dengan kata-kata, intinya martabak spesial itu bagaikan seseorang yang spesial buat malam tahun baru ini, dan gue pun akhirnya lanjut pacaran dengan si martabak itu, dan di ditemani kopi hitam dan alunan lagu gitar (padahal gue taunya cuma satu lagu, dan muter" aja di lagu itu). Dan gue pun melambangkan semua yang gue lakuin itu, contoh "Martabak = cewe", "Kopi = Rasa", "Gitar = Pelengkap". Jadi intinya tuh martabak, kopi, dan gitar itu, "ketika kita mencintai seorang cewe, tapi hanya bertepuk sebelah tangan, rasanya begitu pahit, tapi ketika kita tau cara menikmatinya maka itu akan terasa manis. Dan akhirnya kita pun tahu nada cinta itu mulai hadir di setiap canda tawa yg selalu hadir di saat kita bertemu"

Dan pada akhirnya gue pun memaikan alunan musik itu sambil makan martabak dan meminum kopi hitam itu, dan akhirnya gue pun memikirkan masa depan gue (:

Gue selalu befikir. Akan jadi apa gue saat menjadi besar kelak? Pikiran terburuk gue adalah menjadi seorang jomblo abadi, dan saat gue mandi terus ketemu sama kecoa terbang penghuni kamar mandi gue. Lalu lari karena takut dan akhirnya mati gara-gara kejedot wastafel. Dan akhirnya tamat. Itu pemikiran terburuk gue, tapi menurut teori jomblo ganteng, gue bakalan pergi keluar kota untuk kuliah, dan menikahi janda muda yang mempunyai anak 7, lalu di bayarin kuliah sama dia, dan kita pun mempunyai anak kembar 7. Dan akhirnya gue bikin tim sepak bola. Eniwey tim sepak bola kan 11 tuh? Berarti 3-nya lagi gue jadiin cheerleaders buat ngedukung kaka-kakanya yang sedang ber-main sepak terjang *eh maksudnya sepak bola. Dan saat mereka bermain bola, mereka lari. Wait? Tapi bukan lari untuk mengejar bola, dan ternyata mereka lari karena ada kecoa terbang, akhirnya mereka semua kepleset kulit pisang, karena di kejar kecoa terbang lalu kejedot wastafel dan akhirnya tamat Gue pun mengubur mereka, tapi gue pun kaget ketemu kecoa terbang, kecoa terbang yang lagi mencari anak kecil. Saat gue liat profil kecoa itu, ternya dia pedopil. Gue pun lari ketakutan karena ada kecoa pedopil yang mengejar gue. Kecoa itu salah, walaupun muka gue ganteng dan terlihat masih seperti anak kecil, gue ini udah dewasa (sambil pasang muka kejantanan), tapi takdir berkata lain, gue pun kepleset kulit pisang dan kejedot wastafel. Akhirnya wastafel itu yang mati huahahaha, tertawa sambil teriak "itu lah pembalasanku". Dan akhirnya wastafel itu di kubur. Eh wait? Ternyata istri gue salah ngubur, dia malah ngubur gue. Dia pun menangisi kepergian gue dan berkata "kenapa gak dari dulu aja toh mas matinya", gue pun sakit hati dan galau. Akhirnya gue gentayangan menjadi hantu wastafel. Pada hari esoknya istri gue pun menikah dengan pemuda yang lebih ganteng dari gue, dia tidak berduka atas kepergian gue. Gue kesal, marah, gue sakit hati. Dan gue pun bangkit dari kubur dan memukul mereka berdua dengan wastafel. Mereka berdua pun mati, dan akhirnya gue hidup dengan penuh cinta dan kasih sayang bersama wastafel tercinta. Tapi itu semua enggak bertahan lama, kita pun bertengkar, karena gue menghamili anak kita sendiri. Akhirnya kita cerai dan gue berakhir menjadi kakek tua pedopil yang berada diujung jalan sambil memasang muka mesum kesetiap anak kecil yang lewat. Dan gue pun menjadi jomblo hula hup. TAMAT

Wait? Kayaknya tulisan gue dibajak deh, hemm iya itu dibajak. "hey tangan kiri kurang ajar dirimu membajak tulisan gue ini, ku kutuk kau menjadi tangan cebok!!!". Tangan kiri pun berkata "tuan maafkan aku, itu bukan aku. itu si kecoa terbang yg ingin famous di tulisan lo!!". Gue berteriak sambil banting sendal "aku tidak mempercayaimu, kamu pembohong!!". "oh tidak tuaaan maafkan aku!!". Dan itu lah misteri kenapa tangan kiri gue jadi tangan cebok *eh


And well, apa sih yang kalian ingin kan di masa depan? Yang paling mainstream itu pasti nge-bahagian ortu. Yaps itu nomer 1, tapi pasti kalian ingin juga di masa depan untuk mempunyai istri yang ganteng, atau suami yang cantik *eh, pekerjaan yang mapan, atau pun bahagia bersama orang yang selalu menemani kita dari kita berada ditingkat 0 hinggat pada akhirnya kita sukses di masa depan, dan besyukur untuk semua usaha keras kita.

PS : "Di ibaratkan kita itu seperti kopi sachet, saat dari pertama kita membukanya, menuang kopi itu ke dalam gelas, kita menyiram dengan air panas, dan lalu merasakannya. Ya sama seperti kita yang sedang menuju ke masa depan, saat pertama kali berada di alur kehidupan, kita yang harus berusaha men-nakar-kan di kehidupan kita pelajaran penting, yang akan membuat kita sukses di masa depan. But, kalo yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita mau, maka nikmati saja. Semua akan terasa manis, ketika kita jauh lebih bersyukur terhadap apa yang telah kita usahakan (:"

"Selamat Membaca And Happy New Year (:"

Sabtu, 27 Desember 2014

Kurir Ulang Tahun (si jomblo ganteng)

Holaaaaaaaa, ketemu lagi sama gue orang yang ganteng rupawan yang dari kemaren masih ngegalau-in bulu. Yes kenapa sih gue ngegalau-in bulu? Ya karena gue iri aja sama temen-temen gue, bulu-nya udah pada lebat. Lah gue boro-boro, di ketek aja cuma 2 - 3 biji, kumis sama jenggot aja blom tumbuh sama sekali. Sedangkan temen-temen gue aja udah pada lebat. Mungkin gue terlahir tanpa kemacoan -,-

Seperti hari-hari biasa, dengan kegiatan yang biasa-biasa aja, dan omelan nyokap yang sangat luar biasa -,-. Di hari yang biasa-biasa gini sih gue sukanya ngopi di depan PC, sambil bukan akun socmed gue sambil nge game. Eh tiba-tiba temen gue nge-chat. "Wal, tanggal 26 anterin gue ketempat ultah cewe gue ya?", gue sempet mikir sih. Tumben banget temen gue yang satu ini pas cewenya ultah mau repot :3 biasanya sih boro-boro, pokoknya masalah cewe dia tuh paling males deh, mungkin nih menurut dia "nge-game aja deh, cewe mah ribet". Tapi gue bersyukur deh, dia udah berubah. Tapi perubahan dia ini agak bikin gue bingung :3 takutnya dia abis kesambet atau selesai dia mandi, dia kejedot wastafel dan lupa ingatan. Ouh pikiran ku sungguh kejam >.< . Gue pun menjawab "oke deh wer". Gue sih gak mikir panjang lebar pertamanya, munurut gue sih acara ulang tahun kayak gimana sih? Ya paling gitu-gitu doang, ya gue juga baru pertama kali sih ke ulang tahun cewe, jadi gue gak berfikir macem-macem :3

"tapi nanti malem anterin gue beli kado", dia nge-chat gue lagi. Gue sempet mikir macem-macem, tapi gue jauh-jauhin aja deh pikiran itu. Lanjut nge-game sambil ngabisin gelas kopi yang ke 3. Jam demi jam telah berlalu, kopi demi kopi telah bersemayam di perut. Dan akhirnya gue pun menyudahi aktifitas gue yang super biasa-biasa aja. Ohh aku lapar, eits kulkas kosong di tempat makanan pun gak ada, tanggal tua, akhirnya mandi langsung tidur -,-zzz

"woyy kampret bangun woyy", njir suara yang ngeganggu mimpi gue sama si raisa >.< pengen banget tuh suara gue sumpelin pake kaos kaki yang belom gue cuci seminggu atau gak gue jejelin tuh mulut pake boxer gue, yang udah gue pake 3 hari gak ganti-ganti. Tapi gue urungkan niat gue, ternyata yang bangunin gue itu orang yang udah gue janjiin buat nemenin dia beli kado. "hemm apaan wer?", kata gue setengah merem melek. "ayo anterin nyari kue sama kado", dengan gaya susah move-on dari bantal, gue pun langsung liat jam, ternyata udah jam setengah tujuh malem. Gue langsung ke kamar mandi cuci muka pake sabun colek, ganti baju (untung inget pake celana), ambil helm langsung berangkat.

Sepanjang perjalanan dia nanya mulu ke gue :
Dower :  "wal, beli kado dimana?"
gue : "ha?"
Dower : "beli kado dimana?"
Gue : "apaan sih?" maklum cuaca lagi agak mendung, dan kuping gue ketutupan helm
Dowers : "ahh tai, budeg amat sih lo"
Gue : "kata orang wer, orang budeg itu ganteng" sambil ketawa ngikik
Dower : "ohh jadi menurut lu orang budeg itu ganteng?"
Gue : "ya abisnya kata orang-orang sih gitu, pokoknya klo gue lagi budeg ya berarti gue ganteng"
Dower : "ahh bodo amat wal"
Dower : "beli kado dimana nih? mau beli apa ya wal enaknya?"
Gue : "hemm cewe lu sukanya apa?"
Dower : "boneka hello kitty"
Gue : "yaudah jalan aja dlu, sambil liat-liat kalo ada toko boneka. Atau gk nyari kue aja dulu biar gampang"
Dower : "trus cari kue-nya dimana?"
Gue : "kata temen gue sih di Giant, ada tuh kue ulang tahun"

Kita pun berangkat ke giant, markir motor. Dari luar sih nih Giant lumayan gede sih, yah ternyata pas masuk gak segede yang gue kira. Bodo amat deh soal ukuran yang penting nyari kue dulu deh intinya. Akhirnya kita muter-muter di giant kayak ibu-ibu sama bapak-bapak yang sedang mencari anaknya. Mudah-mudahan sih bukan si wakwaw aja anaknya (ett malah ngaco), dari atas kebawah udah muter-muter 2 kali gak nemu tempat kue, mau nanya tengsin sih gue (sok jaga image). akhirnya ketemu juga tuh sama si kue kampret. Ohh ternyata eh tenyata gak cocok sama kemauan dia -,- yowes akhirnya gak jadi beli kue disana, langsung kabur aja deh, dari pada di sangka-sangka yang tidak-tidak :3

Dower : "kemana lagi wal?"
Gue : "coba deh arah balik"
Muter balik, terus kita pun ketemu toko kue. Ketika sampai, kita di suruh milih jenis dan bentuk kue-nya mau seperti apa. Dan bolak balik halaman untuk nentuin kue kayak gimana yang temen gue ini ingin kan. Dan akhirnya jatuh ke rainbow cake, sambil dia nulis nama cewenya yang akan di tulis di kue itu, dan gue beraharap dia gak terlalu bego buat nulis nama cewenya sendiri. Soalnya dia itu kadang dia lebih bego dari pada gue, dan kadang kadang pun begoan gue -,- ohh dan ternyata saat gue baca ulang gak salah, cuma dia salah nulis nama dia aja, mungkin grogi kali ya sama mba-mba tukang kue yang manis itu.

Gue : "nah sekarang masalah kue udah kelar, sekarang tinggal kado nih wer"
Dower : "hemm, enaknya kado apa nih wal?"
Gue : "hah?"
Dower : "lu gak jadi ganteng lagi wal?"
Gue : "ah iya wer gue kayaknya kena penyakit ganteng lagi nih"
Dower : "kampretttttt!!!"
Gue sih cekakak cekikik aja, abisnya entah kenapa budeg gue belom ilang juga -,- padahal udah 1 jam belalu sejak mimpi gue sama raisa udah berakhir.
Dower : "serius nih mau beli kado apa enaknya?"
Gue : "kalo menurut gue nih, lu beliin boneka buat cewe ulang tahun itu udah mainstream banget serius deh"
Dower : "terus beli apaan?"
Gue : "dia kalo ketemu lu dandanannya gimana?"
Dower : "biasa aja, pake kaos sama celana jeans doang"
Gue : "hemm coba deh lu beliin baju dress aja? Terus lu bilang gini ke dia, malam tahun baru aku jemput ya? kamu pake baju ini."
Dower : "kalo gitu mesti nanya cewe ya wal?"
Gue : "ngapain nanya cewe?"
Dower : "ya biar tau selera wal"
Gue : "yaelah wer, gue tau kok yang bagus buat cewe iyu kayak gimana. warna pinky-pinky gitu aja, atau gak item"
Dower : "ohh iya gue baru inget lu kan feminim wal" sambil ketawa.
Gue : "kamprettt, kecebong hula hup"
Dower : "terus kemana?"
Gue : "Blok M mau?"
Dower : "yuk dah"
Kita pun berangkat dengan buru-buru soalnya udah jam delapan malam, takutnya toko udah pada tutup disana. Dengan baca doa, biar selamat dan gak akan nyasar, dan berdoa agar gak ketilang, soalnya pajak motornya mati. Dan akhirnya kita pun berangkat dengan dua orang yang goblog-nya kebangetan. Yang satu gak tau jalan, yang satu sok tau jalan. Temen gue bener-bener gak tau jalan kalo ke jakarta, kalo gue sih tau kalo lagi siang gitu. Tapi kalo malem kayak orang idiot soalnya mata gue bolor -,- dan akhirnya jalan dengan kesotoyan gue aja udah, sempet sih hampir nyasar karena salah belok tapi akhirnya nyampe juga ke Blok M. Sampe sana pun masih sempet bingung dimana parkiran baseman :3 dan akhirnya ketemu, gak pake ba bi bu, kita parkir, langsung menuju keatas. Akhirnya pas masuk Blok M square, ternyata toko udah pada tutup. Gue udah lemes, gue laper belom makan, kaki gue pegel, gue pengen mie ayam discount yang sering lewat depan rumah gue. GUE NGIDAM!! Ohh sorry lebay. Intinya gue laper pake double R

Akhirnya setelah muter-muter yang bikin gue makin laper, kita pun akhirnya ketemu deh sama tuh boneka, sambil gue ketawa dalem hati karena yang ngelayanin 2 orang cowo. Eh banci deh maksudnya, soalnya ngondek gitu sih :v akhirnya temen gue pasrah beli disitu, karena sisa itu doang toko yang buka, yang lainnya udah pada nutup -,- dan malesnya lagi gak bisa di bungkus tuh kado. Arghhh bete banget dah kalo soal bungkus membungkus. Dan otak gue pun mulai dapet suatu pencerahan dari gue yang masih gagal move-on "Bungkus kado saja aku tak sanggup, apa lagi harus membungkus perasaan ini yang masih bersemayam di hati ke dalam sebuah kotak kecil"

Akhirnya gue nyaranin buat minta bungkus kado-nya sama kaka gue aja, dan temen gue mengiyakan. Saking pegelnya ini kaki gue, gue pun nanya sama temen gue "wer istirahat dulu apa langsung balik?", temen gue "langsung balik aja deh". Ohh kaki pujangga ku >.< tahan ya, buat pantat gue sabar ya kalo kamu makin tepos -,- akhirnya kesialan pun udah mulai muncul di pikiran gue, selama gue pergi ke daerah jakarta tuh, ngerti jalan kesana-nya, tapi gak pernah tau arah jalan pulang. Gue bingung, gue gundah gulana. Temen gue sih santay dengan tampang polosnya. Pokoknya kata-kata dia yang paling gue inget itu "kalo jalan sama gue wal. Kalo belom nyasar tuh belom afdhol". Santay sih kalo jalan dengan isi perut yang kenyang, lah ini gue laper -,- akhirnya gue tahan terus nih perut, dan nunjukin jalan yang asal-asalan sama temen gue. Dan yang dari tadi gue pikirin itu mudah-mudahan kita gak nyasar ke planet mars aja. Dan wow gue gak nyasar ngasih nunjuk jalan-nya. Dan gue berasumsi kalo laper kebegoan gue ilang :D hehehe

Di jalan pun masih kepikiran buat ngasih supraise ke dia di jam 00.00 tepat di tanggal 26 (jadi berangkatnya malem jum'at). Gue pun nanya ketemen gue.
Gue : "wer gimana? lu tanya samaorang tuanya dulu boleh gak kita kesana malem-malem"
Dower : "kita sms aja ya?"
Gue : "takutnya kalo sms tuh ibu-ibu gak ngerti lagi, apa telfon aja? Biar agak sopan aja gitu."
Dower : "ahh gue malu keles kalo telfon"
Gue : "yaelah slow aja lagi kalo telfon mah, dari pada sms ngerangkai kata-katanya pasti ribet"
Dower : "ett tapi gue bingung nih kalo telfon"
Gue : "yaudah sms aja"
Akhirnya dia kerumah gue dulu sekalian nitip bonekanya. "Besok malem gue kerumah lu ya kita bungkus". "oke deh wer". Gue masuk rumah nyari makanan, ngambil piring langsung makan sampe kenyang. Dan tidur dengan damai -,-zzz

Malem-nya dia dateng kerumah gue, tapi gue bingung mau bungkus kado, tapi dia gak bawa bungkus kadonya -,- "bungkus kadonya mana wer?" kata gue. "belom beli, ayo temenin gue". Yee bocah aneh, akhirnya kita beli kertas kadonya. "yang mana wal kertasnya?". Gue mikir-mikir hemm yang ini aja deh wer. Kalo gue sih emang gak di bawa ribet, tapi tetep gue sesuain.

Setelah beli kertas kadonya, kita pulang sambil mampir ke warung beli mie. Yaps sama-sama laparr di malam yang cukup dingin ini. Sambil gue jadi koki jadi-jadian untuk sesaat.
Gue : "wer udah nanya sama nyokapnya?"
Dower : "blom nih, gue bingung mau bilang apa -,-"
Gue : "yaudah sms ntar gue rankai kata-katanya"
sambil masak mie kita pun mulai mencari kata-kata yang pas buat ngomong sama ibunya. Bukannya bermaksud rasis sih, tapi gue agak bingung aja gimana mau bilang gimana, soalnya beda agama. Takut salah ngomong, dan akhirnya hancur sudah semuanya.
Gue sambil ngetik-ngetik sms, ketika kelar gue tunjukin ke temen gue.
SMS gue dengan si ibu yang gak gue tau orangnya, singkat aja SIYGGTO
Kita : "Selamat malam, ini ibunya putri ya? (maaf nama disamarkan karena takut dimarahin)
Masih menunggu balesan, kita pun lanjut masak mie. Dan akhirnya temen gue manggil "wal ada balesan nih"
SMS dari SIYGGTO : "Malam juga, ini siapa ya?"
Kita : "maaf bu, ini saya temennya si putri, mau bikin supraise pas malem ulang tahun-nya si putri bu. Boleh gak?
SIYGGTO : "oh, memangnya jam berapa?"
Kita : "Malem sih bu jam 00.00".
SIYGGTO : "jam 00.00 itu jam berapa ya?" hemm gue nepok jidat bingung ngejelasinnya
Kita : "jam 12 malemnya bu, pas tanggal 26"
SIYGGTO : "wah jangan malem-malem nanti cici-nya di marahin sama koko-nya"
Gue langsung nengok ketemen gue "yah wer, susah nih kalo udah begini". Kita sms lagi
Kita : "ouh jadi gak bisa ya bu? kita cuma mau ngasih kado sama kue-nya aja sih bu"
SIYGGTO : "emang gak bisa ya jam 12 siang aja? kan temen-temennya cici dateng jam segitu"
gue bilang ketemen gue lagi. "yah wer emang udah dah gagal nih semuanya"
SIYGGTO : "nama kamu siapa?" jlebb wah ini nih bahaya, pasti bakalan di tanya-tanya terus sama nyokapnya. Nah karena kita berdua lagi makan mie goreng yang baru jadi, ya jadinya balesnya lumayan lama. Eh tau-taunya di sms lagi sama SIYGGTO.
SIYGGTO : "nama kamu siapa?" wah gue berfikir macem-macem, soalnya SIYGGTO udah sms dua kali, temen gue sih biasa aja tapi kok gue yang jadi dag dig dug -,-
Kita : "nama saya fauzi bu"
SIYGGTO : "ohh fauzi, ini aku adenya ka putri"
Kampret, idung belang, kecoa bunting, buntut dinosaurus. dari tadi gue smsan sama adeknya? Wah ini songong namanya. Terus gue jelasin lagi sama tuh adek kecil. Menurut keterangan dari temen gue, adeknya itu masih kelas 4sd dan bawel banget. Dan akhirnya gue mikir percuma banget gue mikirin kata-kata yang buat di cerna sama ibu-ibu, tau-taunya yang nerima sms ternyata anak kecil kelas 4sd -,- akhirnya gue sms dan ngejelasin lagi.
Kita : "gini de, kita kesana boleh gak malem. Cuma mau ngasih kue sama kadonya aja"
Si adek yang songong kita singkat aja SAYS.
SAYS : "ohh mau nganter kue? yaudah anter aja, tapi jangan malem-malem takutnya si cici nangis" gue angkat alis dan berfikir "NANGIS" gue bingung sama kata-kata itu.
Kita : "yaudah kita anterinnya jam sembelinan ya de, soalnya kue baru bisa di ambil jam setengah 8 malem".
SAYS : "yaudah iya"

Di situ gue patah semangat, dan temen gue juga agak murung gitu. Kita masih adu argumen mau tetep jam 12 malam atau ikutin sesuai kata adeknya yang songong itu. Dan akhirnya kaka gue pulang, "Lit nih bungkusin" kata gue. "bentar, gue naro tas dulu". Sambil nungguin kaka gue. Kaka gue pun keluar dari kamar langsung bilang "dih bungkusannya kok gini? Cewek banget". "lah kan emang buat cewe keles -,-" kata gue. "ya tapi gak gitu juga, gak masuk sama anak cewe yg udah gede. mending kayak gini yg punya gue lebih simple". dan gue pun mencibir "cowok emang selalu salah di mata cewe". Dan gue mesti terus bersabar setelah ngebatuin dia nge-bungkus itu kado, karena gue selalu salah. Entah emang gue yang salah, apa emang dasarnya cowo gak pernah bener dimata cewe -,- yang jelas gue salah itu aja. Setelah gue bantuin dan temen gue pun mau pulang. Gue dapet BBM dari temen gue "wal dimana? sini maen gitar kita". Gue pun langsung pamit keluar, karena memang minggu-minggu ini gue lagi asik-asiknya belajar gitar (cie elah biar jadi pujangga). Akhirnya keluar maen gitar dan pulang jam 1 malem karena udah lumayan ngantuk dan bobo dengan damai lagi -,-zzz

Malam berikutnya kita prepare buat bikin supraise-nya, gue berpenampilan ala orang utan (eh enggak ding). Gue berpenampilan biasa-biasa aja cuma pake panel sama jeans. Berangkat dengan hati dag dig dug. Sebelum berangkat gue nanya sama temen gue.
Gue : "wer lu udah ngerjain cewe lu?"
Dower : "udah, gue bilang kalo gue sakit. Trus dia malah bilang gue sok drama"
Gue : "yaiyalah sok drama, seharusnya lu bilang kalo lu ada kompetisi DOTA, nah cewe pasti gondok banget tuh lu lebih mentingin game dari pada dia, kalo lu alesannya sakit ya lu drama abis wer."
Dower : "yaudah gue bbm dlu bentar"
Akhirnya saat temen gue bilang kayak gitu, cewenya bales dengan emosi. yang gue inget sih dia balesnya gini. "jadi kamu lebih menting game dari pada aku?. Jadi kamu anggep ulang tahun aku itu gak penting? dan bla..bla.. bla.." panjang pokoknya deh. Dan gue seneng temen gue cuma jawab "iya". Duh buat cewe tuh sakit banget dah kalo udah digituin, gue sih senyum puas aja sama temen gue yang satu ini. Tapi kata temen gue kalo rencana kita hampir gagal. Soalnya ibunya bilang ke putri, kalo ibunya gak jadi beli kue, soalnya ada temennya mau beliin kue buat dia. Nah disitu tuh yang bikin hampir semuanya gagal. Tapi untungnya temen gue bisa ngeles kayak bajaj. Tapi yang begonya tuh dia sempet nanya "kamu lagi sama ibu dan adek kamu?". Asli ini hal yang paling idiot menurut gue, ya pasti cewenya bakalan mikir macem-macem tentang dia dan kue itu. Untung gue jago ngeles, jadi gue bilang aja ke temen gue kalo mau nanya dia lagi dimana, tanyain aja "lagi apa". Biar gak terlalu mencurigakan.

Kita berangkat dengan alamat yang kurang jelas dan keberanian. Dan kita mengatur rencana sesuai di sana aja. Sesampai kita di daerah rumahnya, kita pun muter-muter cari rumah-nya, bermodalkan alamat gak jelas dan sebuah foto. Akhirnya ketemu, tapi kita gak langsung masuk. Kita beli martabak buat camer-nya temen gue. Huft malem dingin dengan disuguhi martabak spesial yang hangat (: duh mantap deh.

Saat selesai membeli martabak, kita pun sms ortu-nya putri. "bu kita udah hampir sampe nih, kita nunggu dimana? apa langsung kerumah?". "langsung kerumah aja" kata ibunya. Oke kita langsung capcus kerumah dia kira-kira jam setengah sepuluh malem. Gue senyum sok manis aja ada 2 orang ibu-ibu menunggu di depan pintu. Si ibu itu langsung berkata "fauzi ya? memey,, memey panggilin cici meyy. Panggilin cici di atas mey buruan". Jlebbb sompret, ibu-ibu kampret emang. Kita mau nitip doang terus langsung kabur, eh malah anaknya di panggil. Kan kampret -,- terus buat apa semua rencana gue? Yang udah gue pikirkan dengan matang. DASAR ORANG TUA GAK PEKA!!! Langsung ibu itu mendengar dan bilang "KU KUTUK KAU JADI KAMPRETT!!! ciaatt keluar lagu yang biasa di putar ketika jeki-chen melawan sangkuriang. Oh ternyata pertarungan itu gak ada, dan lagunya pun gak jadi diputar.

Kita pun bingung apa yang mesti kita lakuin, kita cuma bisa senyum segaring-garingnya. Saat itu ada ibu-ibu yang masih duduk di depan, lagi ngeliatin kita dari atas kebawah, dari ujung rambut ke ujung kaki. Kita agak sungkan, tapi kita beraniin buat salim tangan (karena kita berdua berasumsi kalo ibu-ibu itu adalah tantenya putri), dan ibunya putri pun menyuruh kita masuk. Eh gak disangka orang yang kita kira tantenya itu. Ternyata tetangganya!! Ouh gue kesel, itu tetangga modus banget pengen di cium tangannya sama orang ganteng kek gue, oke gue tau itu modus tetangga!! ahh aku benci-benci!!! Eits gue ada pemikiran lain, menurut gue gapapa, soalnya kan kalo tetangganya liat kelakuan gue sama temen gue, mungkin dia berpendapat kalo anak bintaro itu baik-baik, ramah-ramah, sopan santun. Dan siapa tau gue dijadiin mantunya *eh

Si putri pun nyamperin temen gue. Oww mata gue juling liat dia, gue liatin dari atas sampe bawah. Njirr temen gue hoki apa keparengan ya bisa dapet cewe begini :v yah yang penting gue salut aja sama temen gue. Eniwey kenapa gue kaget? Soalnya beda bet sama yang di foto, difoto menurut gue kurang sih (heheh ups sorry wer), tapi pas liat langsung menurut gue cantik, rambut sepunggung, putih, lumayan mancung juga sih. Yang jelas gue suka seleranya temen gue, tumben sih soalnya dia dapet cewe yang bener :p huehehehe

Saat kita masuk, gue gak tau expresi temen gue kayak gimana, soalnya mulai dari masuk sih udah agak grogi, terus juga dia mesti ngasih martabak spesial. "ini bu martabaknya" kata temen gue sambil ngasih martabaknya (yaiyalah martabaknya, kalo ngasih duitnya, terus di suruh beli sendiri. Namanya gak sopan, nanti bisa ada pertarungan jeki-chen sama sangkuriang lagi). Saat diterima sama ibunya putri, kita pun disuruh makan martabaknya. Wow rejeki nomplok buat gue (berharap di kasih 3 potong biar puas). Eh ternyata hanya 1 potong, tapi gapapa lumayan ukurannya gede. Karena gue sok jaga image jadi gue makan tuh martabak gak langsung nyomot pake tangan. Dan akhirnya gue bingung, kenapa kita di kasih tusukan buat kue? (tusukan buat makan kue ulang tahun), gue mikir? gak sekalian aja kasih sumpit. Ini gimana makannya kalo kayak gini -,- gue ngeliat kesamping temen gue juga bingung. Karena gue udah kepengen banget sama tuh martabak, akhirnya gue coba sayat-sayat tuh mertabak, seakan gue lagi makan steak. Saat lagi gue pengen potong-potong. DAMN!! kampret ya iyalah patah, gak kuat ini mirip banget kek tusuk gigi. Gue sempet tengsin sih kalo sampe ketauan, gue nyolek-nyolek kaki temen gue, eh dia gak sadar, yaudah terpaksa gue colek-colek aja tuh isi martabak pake tusukan kue yang udah patah itu. Gak beberapa lama kemudian, gue pengen ketawa sekencang-kencangnya, so punya temen gue juga patah. Oke sekarang gue gak sendiri, mungkin karena gue hampir ketawa, cewenya sadar, tapi kampretnya cuma temen gue yang di kasih garpu. Pilih kasih -,- sayangnya martabak gue gak abis, dan keluarga mereka pun gak abis makan martabaknya karena takut gendut. Tapi gue loh yang sakit hati, itu martabak gak sempet masuk ketenggoroka gue T_T

Setelah makan martabak, ibunya nyuruh kita makan bakso yang ada dideket gang rumahnya. Kita bertiga jalan, muter-muter dan akhirnya balik tanpa mendapatkan hasil. Terus disuruh beli apa gitu di depan, temen gue memberi kode kalo dia mau mie ayam. Ohh oke gue di tinggal berdua ngelancong sama adeknya putri, namanya gue lupa tapi kalo di panggil memey. Mereka berdua pergi meninggalkan gue yang sedang di introgasi. (Lo jahat werrrr) tadinya gue diajak suruh naik motornya cewenya temen gue, tapi mana bisa? mata gue bolor parah kalo malem, takut yang ada gue pulang-pulang bawa ban-nya doang, sisanya ketinggalan di trotoar :3
Memey : "heyy kaka namanya siapa?"
Gue : "awal" klo gue bilang ganteng ntar dia gak percaya kan berabe
Memey : "ohh awan"
Gue : "heheh iya senyum garing" iya aja deh biar cepet kabur elunya
Memey : "kaka liat hp-nya dong"
Gue : "yahh aku gak bawa" pada dasarnya gue bukan gak bawa, tapi emang gak megang. Bukan gak mau megang juga sih, soalnya gue kalo megang hp juga bingung tuh hp buat apaan, gak bakal guna sama gue yg aktif di PC komputer kek gini :3
Memey : "itu yang di dalam tas apa? tab ya?"
Gue : "bukan, ini uler"
Memey : "ahh, boong coba aku liat. Ohh ini hadiah ya ka? buat ka putri?
Gue : "iya" sambil senyum pengen makan orang
Memey : "isinya apa ka?" sumpah nih anak kepo abisss
Gue : "Bone..." blom sempet gue lanjutin, gue sempet mikir. Takutnya dia ember
Memey : "tempat pensil ya ka?"
Gue : "heheh, iya tempat pensil sama buku 3 biji" senyum sok iye gue
Memey : "ah itu mah paling buat aku, coba sini liat"
Dia buka tasnya
Memey : "ini mah baju ka"
Gue : "heheh iya baju"
Memey : "aku tau ka, yang sms kemaren itu kaka bukan ka fauzi. iya kan?"
Gue : "hehehe iya, hebat deh kamu tau aja" Bodo amat, mau gue mau fauzi kek yang sms yang jelas rencana hampir GATOT nih.
Eh gak beberapa saat ibunya putri dateng. Gue sebut dia Ibu Gak Peka disingkat IGP.
IGP : "kamu temennya fauzi?"
Gue : "heheh iya bu" gue kalo ngomong sama orang tua santay aja, gak perlu melebih-lebihkan ataupun dikurang kurangi. Yang jelas gue bawa santay aja.
IGP : "fauzi berapa saudara? Ibu-bapaknya gimana? Asli orang mana? dan bla..bla..bla"
Gue : "fauzi anak tunggal dan blaa.blaa.. bla.." pokoknya gue jawab sebisa gue, yang jelas dapet tanggepan positif dari ibunya.
Dan ibunya pun lanjut curhat ke gue tentang keluarganya dia, dari bibit bebet bobotnya. Well, gue cukup kagum sih sama keluarga mereka. Dan akhirnya gue pun mulai di gigit nyamuk (aduh ironi si jomblo u,u), saking banyak-nya nyamuk yang nempel sama gue. Akhirnya Ibu Gak Peka itu bilang, "maaf ya gak ngijinin malem-malem, soalnya si cici-nya takut nangis". Ohh dan ternyata mereka pikir kalo kita itu mau nyeplokin si putri. Yaelah bu, gue paling males namanya nyeplokin kayak gitu, udeh bau amis, pokoknya iuhh gak banget deh. Terus sambil gue lempar senyum unyu gue, gue bilang "hehehe, iya bu. Lagian kalo malem-malem gak enak juga sama tetangga". Dan akhirnya mereka berdua pun dateng dengan membawa 2 mie ayam. Dan gue sama temen gue sempet mikir. Ini kenapa cuma 2? Ya walau pun keluarga mereka takut kalo makan malem bakalan jadi gendut, tapi ya kitanya juga gak enak makan berdua sambil di tonton sama mereke -,- akhirnya laper mengalahkan semuanya, sok jaga image gue, gue buang jauh-jauh. Gue makan dengan buasnya.

IGP : "put, yakin besok 20 orang cewe yang dateng?"
Putri : "ya kira-kira segitu, palingan 16 orang lah"

Gue diem, gue berhenti makan. 20 orang cewe dan cowonya kita berdua besok? Oke besok gue bakalan jadi kaku banget, jujur nih ya. Gue tuh kalo deket cewe suka grogi, apa lagi gak kenal. 1 orang cewe aja bisa bikin gue salting sampe kejang-kejang apa lagi 20 cewe? Gile deh pokoknya. "nah wal, besok gue tanyain ke cewe gue. Temen-temenya yang jomblo siapa aja". Gue diem, dan langsung bilang ke temen gue "yaelah wer, cewe-cewe mah kalo ketemu gue juga ngaku jomblo" sambil senyum kegantengan gue. Temen gue mencibir "najis wal najis". Dalam hati sih gue udah mulai shock, gue bakalan jadi mati kutu banget udah. Dan gue juga bilang ketemen gue kalo nanti jangan sampe dia nga-cangin gue, udah gue gak kenal siapa-siapa, dan gue bakalan jadi anak tiri yang kesasar >.< dalam hati pun berkata "ohh wakwaw aku teman muuu". Tapi temen gue juga sempet grogi sih, soalnya temen-temen cewenya pada kepo sama dia. Well, gue pun gak sendiri dan masih ada temennya (:

Waktu udah menunjukkan jam 11 malam. Kita bingung mau pamit atau nunggu 1 jam lagi, tapi gue nyaranin kita pulang aja, soalnya udah malem juga gak enak kalo di liat tetangga. Kita pun pamit ke semua keluarga mereka, sambil melambaikan tangan ke kamera *eh salah maksudnya ke mereka, gue kirim senyum manis terjitu gue ke adeknya yang dari tadi gue ditemenin ngobrol, gue berasumsi kalo itu adek kecil gak bakal lupa sama senyum gue tujuh hari tujuh malem, dan sampai dia tergila-gila gue culik dia, gue kirim ke pulau tak berpenghuni biar dia gak bisa pulang. Dan temen gue bakalan aman dari godaan manusia bawel seperti dia (:

Ketika dijalan, temen gue minta gue nyusun kata-kata ulang tahun buat cewenya. Gue liat jam, yaelah masih jam 23.15 masih lama banget, tapi dia bilang ketik aja biar nanti tinggal di edit sama dia. Okey gue ketik aja semau gue, gue sih gak bisa bahasa inggris, dan rata-rata kalo orang pacaran saat ngucapin sesuatu pasti pake bahasa inggris, tapi kata temen gue "cinta indonesia bro" , okeh gue langsung tulis sebisa gue. Saat gue liat lagi, hemm kok wish-nya mirip sama kata-kata orang tua ke anaknya -,- gue pun berfikir kalo gue emang udah tua. Tapi orang tua yang belom tumbuh bulu, ya sama aja kayak orang tua yang belom pernah macho -,- Akhirnya gue tulis begini
"happy birthday sayang, semoga di tahun ini jadi yang terbaik. makin sayang dan disayang sama ortu dan aku. Dan makin semangat buat bantuin si wakwaw mencari ayahnya"
 
Holaa, akhirnya sampe juga deh di wilayah kita, terus cewe-nya bbm dan bilang terima kasih atas supraisenya. Supraise apanya? orang gagal gitu, masa ngasih kue sama kado padahal ulang tahunnya juga belom, tapi gapapa deh menurut temen gue asalkan pacarnya seneng. Tapi eng i eng kata temen, adek pacarnya ngomongin gue mulu. Oh ya kan, dia udah kena hipnotis senyum jitu gue, huahahaha tapi maaf mey aku bukan pedopil >.< oh iya, gue sih emang deket sama anak kecil (tapi bukan pedopil, INGET!!), karena kata orang "Cowo yang deket sama anak kecil itu orangnya memang baik, dan pantas buat jadi pendamping hidup" dan gue bangga sebagai pedopil *eh.

Hufft sumpah gue udah cape banget, pantat gue makin ilang. Saat lagi cium-ciumin bantal sebelum tidur (itu ritual manusia jomblo B|) eh ternyata di tipi ada film comic 8, udah nonton sih tapi kalo tentang film-film comedy gue gak bakalan mau ketinggalan. Akhirnya nonton dulu deh, kelar terus tidur lagi dengan damai -,-zzz

Nama-nya juga cowo indonesia itu tuh ngaret, apa lagi hari libur disuruh pisah dari bantal. Gak enak banget deh. Akhirnya bangun jam 09.00 liat jam wah ternyata masih pagi, tidur lagi aja deh. Bangun liat jam masih jam 10.00 terus molor lagi deh. Akhirnya ada yang jewer kuping gue sambil teriak-teriak bangunin gue, gue sempet nada kesel. Eh ternyata temen gue yang bangunin gue ketika gue lagi mimpi basah untuk ke-7 kalinya dalam hidup gue. Pas liat jam eh ternyata udah jam 11.30 tapi tetep aja gue masih ogah move-on dari bantal itu. Akhirnya gue bilang ke temen gue buat mandi dulu bentar, akhirnya gue mandi sampe jebyar jebyur suaranya, gue kelar mengganti kostum power ranger gue. Dan saat gue keluar, busett deh temen gue malah tidur-tiduran, "lah wer gak jadi berangkat?" kata gue. "ntar dulu ah, kalo udah begini hawanya enak banget wal buat tidur". kita pun menunggu sampe MAGER kita sama-sama ilang, akhirnya kita berangkat dengan perut kosong dan muka orang bangun tidur.

Sepanjang perjalanan sih kita diem-diem aja, lagian juga kalo gue di ajak ngobrol pas berkendaraan gak bakal denger, ujung-ujungnya jadi ganteng lagi deh. Kita pun sampai deh di daerah rumah cewenya temen gue, terus kita mampir ke warung dulu sebentar. Sambil bbm cewenya temen gue "aku udah sampe nih, kamu dimana?". Gak lama kemudian cewenya bales "Langsung kerumah aja, ada mamah ko. Aku jemput temen sebentar". Hemm kita pun masih nunggu di warung, gak beberapa lama kita langsung kerumahnya. Bujugg!! ini udah rame aja, wahh gini mah tengsin kalo gak ada si putrinya, lagian takutnya ibu-nya lagi gak di ruang tamu, jadi tengsin kalo cuma temennya doang -,-. Selang beberapa saat ketika kita cuma bisa stuck di depan pintu sambil senyam senyum ke orang yang lewat. Akhirnya temen gue bbm lagi "kamu dimana? Aku didepan nih". Dan wow sesosok cewe pake Dress warna hitam, keluar dan nongolin kepala dari pintu. Gila nih cewe, bener deh temen gue gak salah pilih. Sempet sih ada rasa iri aja gitu :v tapi gue sih biasa-biasa aja, cuma cukup kagum sama selera temen gue yang udah mulai naik :p Akhirnya kita di ajak masuk, tapi masih malu malu kucing gitu. Ogah ogah mao, eits tapi sepertinya ada cewe yang nongolin kepala lagi, mungkin lagi penasaran sama cowo temennya itu (yg dimaksud temen gue). Oh gila bener tuh cewe bibirnya seksi banget, tipis rambut lumayan panjang, tapi sayangnya bawel (kayaknya emang hampir semua cewe bawel). Saat kita mau masuk, ada dua orang cewe juga ingin masuk. Sumpah itu mirip banget sama sohib twitter gue si cungkring, dari rambut, mata, hidungnya, tingginya? mungkin tinggian cewe satu ini. Kita masuk terus duduk, temen gue senyam senyum aja sambil ngobrol sama gue. Ya kalo gue sih lagi olahraga mata liatin temen-temennya yang menurut gue emang cantik-cantik sih, dan gue berharap ada yang kecantol sama kegantengan gue yang buruk ini hehehhe :p

Jrrr.. jrr.. jrr (ceritanya suara ujan yg kena genteng). Wah ujan, temen-temennya putri belom ngumpul semua, jadi tiup lilinnya di tunda. Dan kita di kasih nasi box satu-satu, gue pengen makan langsung tapi tengsin. Ujan makin gede, suasan makin dingin di tubuh gue. Gue butuh kopi butuh yang bikin mulut gue manis, masih ngobrol-ngobrol sama temen gue tentang game. Gue selalu ngelirik cewe yang bibirnya manis itu, pake pakaian putih badan agak gemuk dikit dan rambut di kuncir (kalo gak salah sih). Gue gak fokus wer sorry gue gak bisa cerna omongan kita dari tadi (bicara dalam hati), sorry bro gue lagi tertarik sama satu cewe ini, yang menurut gue itu dia cantik. Karena dia lagi duduk lesehan bareng satu temennya itu, sambil cerita-cerita. Gue sambil lirik dia terus, entah dia menyadari-nya atau tidak. Yang jelas gue seneng bisa cuci mata hehehe. Dan ibu-nya putri pun mengacaukan pandangan gue sambil berkata "yuk makan dulu sambil nungguin temen-temennya yg belom dateng". Gue yang notaben-nya berangkat masih dengan perut kosong dan baru makan roti, pasti pengen banget makan. Tapi ujan, takutnya kalo asem udah melanda gak bisa bakar disini -,-. Gue liat si putri, adiknya, temennya yang pake kacamata udah pada makan. Tapi cewe yang di samping gue belom ngebuka makanannya, sama kayak gue dan temen gue. "ayo makan dulu, tuh si putri sama yang lainnya udah makan" kata ibunya putri. Gue sih senyam senyum aja, emang pengen makan tapi tengsin soalnya temen gue belom mau makan. Tapi cewe yang dari tadi gue liatin langsung ngomong "iya bu nanti, itu yang sebelah juga belom makan. Hehehe jadi masih ada temennya". Ow ow ow gila ya, dia nungguin gue makan dulu (emang gue persis sebelah dia), gue senyum salting. Dan gue pun tau sebenernya dia gak mau makan, mungkin karena belom laper, bukan karena nungguin gue. I know, tapi gapapa lah, kan orang lagi tertarik sama seseorang pasti bakalan berfikiran apa pun yang di ucapkan, mungkin tentang dia. And well, gue tau kok, gue gak boleh ke GE-ERan berlebihan. Eniwey ujan mulai reda dan gue mau keluar buat cari warung.

Saat gue buka pintu. Njirr!! betapa kagetnya gue ada kelabang masuk, dan para cewe pun ketakutan kabur semua. Hahaha gue merasa paling berani disana, sempet sih mau gue tangkep terus gue buang, tapi dia pake jurus gocekan tsubatsa, jadinya masuk kolong duluan deh. Gue sih santai saat ada kelabang di sepatu kiri gue pun, cuma gue sentak sedikit kelabangnya langsung ilang. Tapi gue makin kaget lagi pas lagi nyari sendal buat temen gue, pas gue lagi buka sendal demi sendal. Kamprettttt!!! Ada kecoa, sumpah kalo gak banyak cewe mungkin gue udah teriak gak karuan, gue langsung ngibrit ke tempat sebelah. Sempet sih satu kecoa masuk, dan semua orang pada teriak. Tapi kali ini temen gue lah pahlawannya, dia mencoba ngejagain cewenya yang bener-bener takut kecoa sampe nangis. Tapi sangat disayangkan kecoa itu mempunyai jurus yang sama dengan kelabang itu, dia mempunyai jurus gocek gocek ala tsubatsa. Akhirnya lolos, eits tapi ada seseorang penyelamat lain. Dia lah menurut gue paling berjasa, yaitu "IBUnya Putri" dia keluar dengan semprotan anti serangga dan senjata supernya (baca:sendal). Dia menghabisi kelabang dan kecoa dengan sangat brutal, kecoa dari atas dia tembak dengan semprotannya, ketika jatuh langsung di sambit dengan senjata supernya. Gue pun melihatnya dari jauh dengan mata berkaca-kaca, sambil bilang "WOW". Sebenernya bukan rumah itu banyak kecoa, tapi gara-gara ujan deres, bahkan sampe banjir. Makannya kecoa dan kelabang itu mencari tempat kering. Tapi aku senang, ada penyelamat ku (:

Setelah tragedi kepahlawanan itu, gue dan temen gue keluar nyari warung. Jalan di tengah-tengah banjir dan hujan yang masih rintik-rintik sambil bawa payung satu. Ohh indahnya, tapi sayang gue jalannya sama cowo, jadinya malah berasa kayak homo -,-. Kita abis kan 1 obat penghilang rasa asam di mulut ini sambil muter-muter komplek. Setelah selesai ada 3 orang cewe baru dateng, dan gue tanya sama temen gue "wer itu mantan lu yg namanya indri?". Dia mengiyakan, tapi yang bikin gue penasaran sih kenapa dia agak jutek dan gak seneng gitu ya? Ada apakah gerangan? Gue pun diem aja deh gak ngurusin. Dan semuanya sudah mulai berkumpul, yaps suasana pecah karena suara cewe-cewe yang bikin gue cape dengernya. Ketika acar tiup lilin-nya udah kelar, suasana makin parah dengan obrolan dan ketawa para wanita-wanita yang kayak abis dapet kupon undian. Eniwey cewe yang dari tadi gue liatin lagi apa ya? Oh dia lagi rebutan sesuatu, gue ngeliatin sambil senyam senyum aja. Ternyata ngerebutin kipas tangan, duh unyu banget tuh orang, apa lagi dia menang ngedapetin tuh kipas (sama kayaknya udah menangin hati gue). Eniwey gue tau kenapa dia bisa menang, ternyata trik yang sangat ampuh. Karena musuhnya kecil semua dan dia gede sendiri :p wkwkw

Saat temen-temennya lagi asik, ada satu cewe yang di kenalin ke temen gue. Kata si putri "kenalin pacar gue tuh". Mereka saling bersalaman, tapi gue gondok, gondok abiss gila bener-bener gondok. Ini namanya diskriminasi status hubungan, mentang-mentang yang ulang tahun pacarnya temen gue. Yang di kenalin cuma dia doang. Asli diskriminasi banget parah sumpah, dari sekian banyak cewe. Gak ada satu pun yang mau kenalan sama gue T_T diskriminasi nih namanya, gue gak rela. Kalian jahatttttt!!! Mati gantung di pohon toge. Eis tapi gue berfikir positif, mungkin mereka grogi atau malu kenalan sama orang ganteng, tamfan dan buruk rupa kayak gue hehehe.

Eniwey saatnya makan-makan. Gue sama temen gue makan berdua di pojokan, mirip banget orang-orang cupu di film-film yang kalo makan di kantin tuh selalu di pojok deket tongsampah.Tapi ada satu temennya yang di panggil "mamah/bunda/ibu" gue lupa deh, yang jelas dia orang yang pertama dan satu satunya negur kita. Dia bilang "Mojok aja makannya, gabung aja disitu" sambil senyum manis gitu. Kita tetep aja ngasih hal yang paling indah dari kita. Yaps "senyam senyum" (; disitu kita makan agak ribet, ya karena memang masih mau jaga image, jadi kita makan pelan-pelan. Yang biasanya ayamnya digigit langsung kemulut, sekarang mesti di potong secuil-secuil pake tangan. Intinya ribet deh menurut gue. Kalo gue sama temen gue makan di rumah, pasti udah abis tuh sampe tulang ayam-ayam nya gak kesisa, bahkan bisa sampe kardusnya juga yang abis. Tapi karena tetep sok jaga image, sampe kulit ayamnya masih kesisa. Dan gue pun merintis dalam hati "susah ya kalo harus jaga image" T_T

Dan suasana pun lumayan makin sepi karena pada makan, adiknya putri masih joget-joget sambil nonton film CJR, dan sambil bilang "ka awal mirip iqbal, terus ka fauzi mirip sama bastian" gue senyum sok garing aja, sebenernya males di sama-samain, tapi karena senyumnya si memey yg bisa luluhkan hati gue, jadinya gue iyakan aja (:

Eniwey kenapa sih yang gue liatin cuma 1 cewe? Sebenernya ada 2, yang satu lagi yang terakhir dateng. Sumpah itu cewe mirip banget sama calon gebetan gue, mirip deh sama tetangga gue itu. Cantik, rambut lumayan panjang. Tapi gue tetep respect sama cewe yang pertama gue liat itu. Dan gue seneng dia sempet ngomongin gue. Yang gue denger sih "tadi itu cowo kakinya dinaikin keatas bangku, terus..." gak sempet denger lagi karena terlalu berisik, jadinya gue gak tau lagi deh u,u . Dan gue juga seneng pas dia abis rebutan kipas tangan, dia langsung duduk deket gue sama temen gue lagi, sambil cerita-cerita yang gak jelas gitu. Tapi kayaknya lucu sih, soalnya temen-temen mereka pada ikutan ketawa. And well, akhirnya gue sadar saat pulang, saat gue liat ternyata resleting gue belom ketutup rapet. Gue lupa saat gue abis kekamar mandi. Awww sumpah tengsin abis tapi gapapa deh yang penting sempet jadi bahan obrolan dia dan kawan-kawan (:

Dan hari pun udah menjelang sore, pantat gue makin pegel dan makin tepos. Akhirnya kita pamitan setelah temen gue di kenalin sama calon kaka iparnya (: well, walaupun rencananya berantakan tapi gapapa deh, yang penting acaranya berjalan dengan lancar.

Kita pun pulang dengan cuaca yang kurang mendukung, masih ujan. "kalo makin deres lanjut aja ya wal?" kata temen gue. "bebas deh wer" tapi tetep aja kita neduh karena ujannya keroyokan bikin muka sakit-sakit -,- mampir di warung dulu neduh sebentar langsung berangkat lagi. Sampai dirumah gue udah cape banget, udah pegel, dan masih laper. Akhirnya gue disuruh kewarung beli obat asam mulut dan mie buat di masak rumah gue. Tapi dengan telanjang dada, menggunakan boxer dan hanya memakai 1 buah sepatu. Well kenapa sih gue ke warung mesti kayak gitu? Karena gue kalah maen jackaas sama temen gue, jadinya kena hukuman gitu deh T_T tapi karena di wilayah rumah gue lagi sepi karena masih ujan, gue pun santay aja selagi gak ada yang ngeliat. hehehe

Dan akhirnya gue berfikir kalo gue bakalan jadi bahan obrolan dari temen-temennya (suatu harapan doang sih). Tapi ternyata hanya mantan-nya temen gue doang yang jadi bahan omongan, gue gak ngerti juga sih. Lagian gue gak kenal, jadi gak terlalu ngurusin sih, dan akhirnya gue bangga sama temen gue yang satu ini. Yang udah mulai berubah, mungkin misi berikutnya dia ya supaya bisa keluar malam tahun baruan sama pacarnya ^^ GoodLuck sob

Esoknya gue pun jadi kurang enak badan, idung mampet, pilek, puyeng, kurang fit sampe gue nyelesain nih tulisan. Dan sampai gelas kopi yang ke4 dari pagi sampai sore ini ^^ see you and babay buat tulisan gue berikutnya.

PS : "Apa sih yang membuat kita bahagia selain orang tua? yaps, kita juga akan bahagia melihat senyuman seseorang yang akan terus berusaha berjalan bersama kita sampai di sebuah persimpangan. Dan di persimpangan itu adalah waktunya kita memilih untuk terus berjalan bersama atau berpisah di arah yang berbeda"

Minggu, 31 Agustus 2014

Penyebab & Ngerumpiin Sifat-Sifat Cewe

Oke gue mau ngasih tau berbagai hal tentang cewe, tapi sebelum itu gue mau curhat dulu. Hari ini gue jadi jarang mandi, bukannya males atau takut kegantengan gue luntur, tapi masalahnya tuh sekarang di kamar mandi gue tuh sering banget ada kecoa, gue ulangin biar agak dramatis. DI KAMAR MANDI GUE TUH ADA KECOA!! Oke itu lebay, gue tau itu lebay. Tapi jujur sih gue bukannya takut sama kecoa, gue cuma fobia aja sama binatang kecil yang unyu" itu, mungkin buat yang baca tulisan gue ini nganggep kalo gue jadi mirip cowo banci, tapi akikah gak banci kok, akikah mah cowo tulen keles. Azzz udah lah malah jadi banci beneran gue >.<

Ngomongin tentang cewe
Duh cewe itu gimana ya? susah deh di jelasin pake logika, semua tentang cewe dari hal kecil sampe hal besar itu gak bisa di pahami secara simple. Bagaikan ngafalin rumus MTK terus langsung adu skill sama kakek einstein :3 susah deh pokoknya!! Tapi disini gue mau ngasih tau berbagai hal tentang cewe (yaiyalah, ya keles gue mau curhat terus).

Cewe itu adalah makhluk tuhan yang paling indah, paling rumit, paling di butuhkan oleh cowo, dan paling paling jadi korban PHP lagi :p pffftt. Oke kali ini gue mau bahas kalo salah satu sifat cewe, yaitu : ILFEEL. Nihh guys buat kalian yg sedang pedekate sama cewe, jangan sampe deh kalo cewe itu ilfeel terhadap kalian, yg jelas kalian harus hati-hati buat jaga sikap guys. Dan sikap cowo yang paling bikin cewe ilfeel itu adalah (cek kebawah)

Aggresif, duh jadi cowo tuh jangan terlali aggresif bro, survei membuktikan kalo cewe rata-rata lebih suka sama cowo yang cuek, jaim, dan terlihat cool gitu. Tapi inget jangan terlalu cuek, because cewe juga gak demen" banget cowo yang terlalu cuek. Lagi pula cowo aggresif itu keras kepala, maunya ngebet aja gitu kalo baru pdkt maunya langsung jadian, terlalu maksain kehendak gitu, itu yg bikin cewe suka ilfeel dan risih. (oke next)
Cowo Ngalay, duh ini guys yg parah. Cowo ngalay, jaman era modern sekarang nih, bukan cuma cewe yg sering alay, bahkan terkadang cowo itu pun lebih alay dari si cewe (TS gk termasuk ya :p),

Oke lanjut lagi salah satu sifat cewe Pemarah. Duh banyak banget guys cewe permarah, mulai dari PMS sampai kelakuan cowo yg bikin cewe marah. Itu salah satu dasar sifat cewe guys yg bisa bikin kita mati kutu :| tapi buat agan" yang punya banyak kutu gapapa deh punya cewe yg sifatnya pemarah, itung" bisa ngilangin kutu yg di kepala agan" :D pfft. Salah satu hal cewe yg penyebab adalah PMS guys. Tapi kalo yg satu ini bukan salah kalian guys, tapi tetep aja kalian yg jadi korban amarah cewe PMS :v duh hati-hati nih sama cewe PMS, kalo salah dikit aja nih rewelnya gak ketulungan guys. So cewe kalo lgi PMS itu sensitif banget deh guys, sebenernya gue mau nulis banyak tentang cewe PMS tapi takut di omelin karena sok tau :p pffft

Dan yg bikin cewe jadi marah itu satu lagi guys, yaitu sifat cowonya. Salah satu sifat cowo yang bikin cewe sebal itu ya "Selalu Mengkritik", aduh sob jangan salah nih, cowo tuh sering banget namanya mengkritik, dari hal yg sepele bahkan hal hal besar lainnya, contoh nih guys yg bikin cewe suka sebel sama tingkah lu yg selalu mengkritik :


  1. Ngomongin Masalah belanja :
    cowok : cewek itu kalo udah shopping ga ada capenya ya
    cewek : cowok juga kalo udah beli buat modif motornya ga ada abis2nya yacowok : namanya juga hobicewek : ...........
  2. Ngomongin Masalah waktu
    Cowok : haaahh.. cewek tuh kalo uda shoping lamanya minta ampun
    Cewek : kamu kalo udah ngegame gak cukup satu jam
    Cowok : kan buat refresing sayang :D
    Cewek : ...................
  3. Pas mau ketemuan
    cowo : yank lg apa?
    Cewe : lgi coba dandan yank
    cowo : jangan dandan ah, aku ga suka
    cewe : loh knp? Kan biar fresh dan cantik
    cowo : malah aneh, aku sukanya yg natural
    cewe : iya deh ga dandan *tetep dandan
    *pas ketemu
    cowo : yank kamu beda banget, jadi tambah cantik kalo dandan
    cewe : zzZ......
  4. Cowo labil
    Cowo : eh kenalin gw ama temen cewe lo dong...
    Cewe : mau yg kaya apa?
    Cowo : terserah...
    Cewe : si A aja mau?
    Cowo : nggak ah! Dia tampangnya jutek!
    Cewe : yaudah si B aja mau?
    Cowo : nggak ah,.. Kurang cakep orangnya
    Cewe : yaudah dehh!! Si C aja ya?
    Cowo : ngg gimana ya.. Dia kurang manis aja gitu..
    Cewe : JADI MAUNYA YANG KAYA APA?!!
    Cowo : terserah...
    Cewe : *gantung diri di pohon toge*

Pffftt, itu lah gays penyebab-penyebab sifat cewe yg kadang suka bikin kita mikir guys, kadang kita gak tau penyebabnya kadang kita tau tapi pura-pura gak tau :D intinya gini jangan selalu menyalahkan satu sama lain, lebih baik introspeksi diri ketimbang mengadu mulut untuk memenangkan sebuah masalah :) (kalo ngadu mulut yg lain sih enak gays :D).

PS : "Hubungan hebat dimana kita bisa saling bersama, bukan mendahului atau membelakangi. Menganggap hal yang salah dan membenarkannya bersama-sama."